oleh

APBD 2017 Kab. Tanjabbar Bocor Rp. 1,4 M Pada 13 Pekerjaan Jembatan, Ini Penyebabnya

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. APBD Kab. Tanjab Barat Tahun Anggaran 2017 telah mengalami kebocoran pada 13 unit pekerjaan kontruksi jembatan dimulai dari proses lelang, diduga didalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) terdapat pekerjaan yang komponen analisa harga satuan pekerjaan atas bahan yang sama, menggunakan harga bahan lebih tinggi dari harga bahan dalam daftar Harga Dasar Satuan (HPS).

Hal ini pula yang mengindikasikan dugaan pengaturan pemenang lelang dengan tidak cermatnya Kelompok Kerja (POKJA) Unit Layanan Pengadaan (ULP) dalam mengevaluasi administrasi, teknis, dan harga terhadap penawaran rekanan yang masuk, sehingga harga bahan mengacu pada harga dalam daftar harga dasar satuan bahan.

“Selain evaluasi yang dilakukan oleh POKJA ULP juga terdapat kekurangan volume pada 13 Pekerjaan Kontruksi Jembatan yang seharusnya tidak terjadi bila saja Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) lebih cermat dalam melakukan pemeriksaan hasil pekerjaan sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam kontrak kerja.” Ungkap sumber yang tak ingin namanya dipublikasikan.

Diketahui 13 Pekerjaan Kontruksi Jembatan yang menyebabkan kebocoran APBD 2017 sebesar Rp. 1.447.308.078,11 adalah, Pembangunan Jembatan Parit Gantung oleh PT. YIC, Pembangunan Jembatan Parit Lapis oleh PT. YIC, Pembangunan Jembatan Parit Sungai Limau oleh PT. WU, Pembangunan Jembatan Parit Dua oleh PT. CTB, Pembangunan Jembatan Parit Sikin oleh PT. ZUL, Pembangunan Jembatan Parit Empat oleh PT. CTB, Pembangunan Jembatan Parit Masjid/Maessa oleh CV. FK, Pembangunan Jembatan Parit Cabang oleh PT. BCL, Pembangunan Jembatan Parit Enam oleh PT. CR, Pembangunan Jembatan Parit Lima oleh PT. BCL, Pembangunan Jembatan Parit Tiga oleh PT. CR, Pembangunan Jembatan Parit Pulau Pinang oleh CV. HAS, dan Pembangunan Jembatan Parit Latif oleh CV. FK. (St*2)

Komentar