oleh

Selama Berstatus QUO, Tanjabbar Kehilangan DBH 24 Sumur Migas, Benarkah?

Kualatungkal – jurnalbidas.com. DBH (Dana Bagi Hasil) 24 Sumur migas yang selama ini masuk ke Kab. Tanjab Barat harus ikhlas hilang selama 24 sumur tersebut dalam status QUO seperti yang di sampaikan oleh Bupati Tanjabbar saat dikonfirmasi usai pelantikan pejabat esselon II di gedung pola bawah Kantor Bupati Kab. Tanjabbar, Rabu, (11/05).

Kehilangan DBH dari 24 sumur tersebut merupakan kerugian bagi bumi serangkuh dayang serentak ketujuan dan berimbas pada kurangnya jatah pembangunan/ jaminan kesejahteraan yang seharusnya dinikmati masyarakat bumi serangkuh dayung serentak ketujuan, meski demikian nyaris tak bergeming di gedung parlemen seakan wakil – wakil masyarakat telah ‘tertidur pulas’.

Bupati Tanjabbar, Anwar Sadat mengakui bahwa soal tapal batas tersebut belum ada titik terangnya sampai dengan saat ini.

“Masih status QUO lah,” Ujarnya.(11/05)

Sebelumnya, Dirjen Bina Adwil Kemendagri, Safrizal ZA menyebutkan bahwa soal tapal batas antara tanjabbar dan tanjab timur masih belum sepakat, karena kedua belah pihak sepakat menyerahkan persoalan ini ke pemerintah pusat.

“Kita akan diskusikan dengan Gubernur Jambi,” Ungkapnya.

Sengketa itu bermula saat penandatanganan pembagian 24 sumur migas pada tanggal 19 Mei 2021 oleh Bupati Tanjabbar, Bupati Tanjab Timur, Pj Gubernur Jambi, dan Inspektur IV Kemendagri. (red)

Komentar