oleh

UAS Tertegun Mendengar Keluh Salah Satu Guru Madrasyah, Ini Katanya

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Bila di beberapa daerah menggalakkan tentang pendidikan agama untuk dasar menciptakan generasi yang memiliki bekal agama yang cukup, lain halnya dibumi serangkuh dayung serentak ketujuan.

Berdasarkan keluh salah satu guru madrasah pada salah satu Cabup, UAS menyebutkan bahwa selama ini mengabdi sebagai tenaga pendidik guru agama madrasyah dengan gaji jauh dari kata layak.

“Ya,kita bertahan mengabdikan diri sebagai guru agama madrasyah hanya semata peduli terhadap generasi penerus anak bangsa,”Ujar salah satu guru agama yang sudah hampir 5 Tahun mengabdikan diri sebagai guru agama di madrasah.

Dikatakan UAS, mereka pernah mengajukan usulan minta tambah gaji yang semula mereka terima perbulannya sebesar Rp 250 ribu, mereka minta ditambah sebesar Rp 50 ribu. Sehingga perbulan bisa dapat gaji Rp 300 ribu.

“Minta tambah gaji sebesar Rp 50 ribu, dan belum direalisasikan. kalaulah bukan karena kecintaan dan takut generasi ini buta akan urusan agama tentu saja mereka sudah meninggalkan, mereka melaksanakan dengan ikhlas, sebagai pemilik kebijakan kita juga harus betul-betul memperhatikan kelayakan buat mereka. jangan hanya membangun pencitraan tapi mengesampingkan kewajiban.” Ujar UAS.

Lanjutnya, kedepan bila kita diamanahkan maka hal ini tidak boleh lagi terjadi sebab agama adalah benteng generasi muda agar memiliki moral, etika, dan adab dalam kehidupannya.

“Setinggi apapun ilmu mu bila tak memiliki moral, adab dan etika maka sia – sia lah hidupmu.” Tukasnya. (red)

Komentar