AA “Sang Donjuan” Menjadi Bintang Kecurangan CPNS 2010. Ini Penjelasan Kepala BKPSDM

KUALATUNGKAL – JURNALBIDAS.COM. Polemik dugaan kuat kecurangan penerimaan CPNS tahun 2010 yang menempatkan AA menjadi salah satu CPNS Daerah terus bergulir di Kualatungkal, Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Kendati dugaan kuat tersebut hampir mendekati kebenaran bila ditelisik dari data kelahiran berbanding persyaratan pendaftaran CPNSD tahun 2010 lalu, Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih memastikan tidak akan tinggal diam.

Dia berjanji akan segera menindaklanjuti dan memantau oknum PNS, inisial AA, yang diduga kuat saat dinyatakan lulus CPNS telah melanggar aturan batas umur maksimal syarat kelulusan yang ditetapkan Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

“Kita amati dari media dan informasi dari masyarakat. Kita pelajari aturannnya. Saat ini kita sedang mencari tahu informasi. Nanti kita liat secara mendalam,” tegas Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih, Selasa (21/5/2019).

“Saya harus mendalami proses rekrutmen di 2010,” sambung Encep.

Kasus AA ini mencuat menyusul banyaknya laporan dan keluhan dari beberapa Dinas yang merasa ditekan oleh AA terkait pelaksanaan pekerjaan pengadaan barang dan jasa di beberapa Dinas Organiasi Perangkat Daerah (OPD).

Pasalnya, AA yang pernah dipercaya menjabat sebagai salah satu Kasubbag yang merangkap sebagai Ajudan pribadi Bupati itu dengan leluasa diduga tanpa sepengetahuan Bupati Tanjabbar Safrial disinyalir nekat mendikte beberapa pejabat di Dinas PUPR, Dinas Perkim, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Dinas Perkebunan supaya pemenang tender dan Proyek Penunjukan Langsung (PL) diatur sesuai arahan AA. Bahkan AA diduga mengancam akan melengserkan pejabat yang menolak permintaannya.

Hal ini meresahkan pihak Dinas dan pejabat yang berkompeten mengingat resiko aturan hukum yang ditetapkan pemerinah pusat terkait pengadaan barang dan jasa yang berpotensi menjerat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Panitia Pembuat Komitmen (PPK) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di masing-masing dinas apabila menyalahi aturan proses lelang dan tender pengadaan barang dan jasa.

Beberapa pihak berkompeten yang mendapat laporan ulah oknum AA kemudian menelusuri rekam jejak AA. Dari situlah, diketahui jika AA sejak awal proses pendaftaran CPNS memang sudah bermasalah. Sejumlah kejanggalan ditemukan.

Diketahui, pada persyarat pelamar pada penerimaan CPNS 2010 tegas disebutkan pada point G bahwa usia peserta test seleksi CPNS serendah-rendahnya berusia 18 tahun dan setinggi-tingginya 35 tahun pada tanggal 1 Januari 2011. Sementara AA saat itu sudah masuk usia 36 tahun.

Kendati sudah melewati batas usia maksimal, namun Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanjabbar yang dikepalai oleh Amirul Mukminin saat itu bukan hanya meluluskan berkas administrasi, tapi juga menyatakan AA masuk dalam daftar peserta yang dinyatakan lulus CPNS 2010 dan diberi SK kelulusan tertanggal 1 Januari 2011.

Seriuskah seorang Kepala BKPSDM Tanjab Barat, Encep Jarkasih menelusuri serta mendalami hingga bermuara pada penindakan terhadap dugaan kecurangan penerimaan AA sebagai CPNSD tahun 2010 itu, atau hanya formalitas untuk meredam polemik yang telah berkembang.

“Entahlah,” cetus ketua LSM PETISI, Syarifuddin. AR menanggapi reaksi kepala BKPSDM yang selama ini menjadi area pusat mutasi, rotasi, promosi, demosi. (Red/Hky)

Komentar