oleh

Ada Anggaran Jaminan Kecelakaan Kerja Dan Kematian Di Dinas Pendidikan Tanjabbar, Lho BPJS Kemana?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Ternyata selain jaminan pemeliharaan kesehatan sebesar 2,7 miliyar pertahunnya yang dianggarkan pada DPA-APBD Dinas Pendidikan Kab. Tanjab Barat terdapat 2 mata anggaran yang masih rancu peruntukannya.

Belanja jaminan kecelakaan kerja 211 jt per tahun, dan belanja jaminan kematian sebesar 631 jt pertahun terdapat di DPA-APBD Dinas Pendidikan yang semestinya hal tersebut telah ditanggung oleh masing – masing ASN dengan cara pemotongan atas penghasilan ASN.

“BPJS ‘kan sudah potong dari gaji tiap – tiap ASN mas, masa iya dianggarkan melalui APBD.. Tumpang tindih donk?” Ujar salah satu ASN yang ditemui media ini.

Menurutnya, Iuran BPJS itu dipotong melalui gaji dan ada keterangan pemotongan pada slip gaji tiap bulannya. dan BPJS tersebut tidak terpaku pada ASN seorang melainkan termasuk keluarga.

“BPJS ASN itu ‘kan termasuk Suami/Istri dan 2 orang anak. Iuran dipotong dari gaji, kalau ada anggaran lain mengenai jaminan kesehatan, kecelakaan kerja plus kematian kenapa masih dipotong gaji kami?” tukas ASN tersebut sembari menolak namanya dipublikasikan.

Terpisah, Sekretaris LSM-PAKAM, Heri Juanda ditemui dikediamannya menyebutkan, bisa jadi ini bentuk kebocoran APBD yang semestinya cepat diatasi dan jangan sampai menjadi celah terjadinya korupsi di Kab. Tanjab Barat.

“Kita berharap, Bupati Safrial dapat dengan segera meninjau tentang mata anggaran tersebut serta memerintahkan OPD terkait agar memberikan klarifikasi terkait hal ini.” Tukasnya. (Satria)

Komentar