Ada Konsfirasi Pada Peningkatan Struktur Jalan Jend. Sudirman Sedari Lelang, Benarkah?

Hukum42 Dilihat

Photo kabid cipta karya di lokasi pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan jend. Sudirman (dok.red)

Kuala Tungkal – Bidas.
Persyaratan dalam lelang itu tergantung kebutuhan dari RAB (Rencana Anggaran Biaya) terang Ilmardi ketua ULP (Unit Layanan Pengadaan) tanjab barat (25/09/2017)”Persyaratan dalam pelelangan itu tergantung kebutuhan RAB.”

Terkait masalah alat yang menjadi persyaratan lelang yang tak di hadirkan dilapangan Ilmardi menjelaskan “Terkadang kalau alat itu bisa mencapai spesifikasi yang kita laksanakan, bila alat itu tidak di pakai berarti di ADENDUM duitnya brp? Di abodemen bisa.”(25/09/2017) Paparnya pada Bidas.

Di sisi lain bertentangan dengan pendapat yang di terangkan oleh Ilmardi Ketua Asosiasi Aspekindo tanjab barat menyebutkan (25/09/2017)”Persyaratan peralatan dalam tender itu wajib di penuhi karena semua sudah di rencanakan akan penggunaannya di kapangan nanti makannya apabila 1 saja rekanan tidak sanggup menyatakan menyediàkan peralatan akan di gugurkan, ketika proses tender telah selesai maka tidak ada alasan apapun untuk tidak bisa menghadirkan peralatan yg telah di isyaratkan dalam tender apa lagi itu peralatan utama , enak saja semau maunya menyatakan bisa di kembalikan uangnya kalau alatnya tidak bisa di hadirkan.” Papar Amin pada Bidas.

Ilmardi juga menyebutkan (25/09/2017) “Adendum/Abodemen kontrak di bolehkan, tapi dasarnya harus dengan justifikasi tekhnis yang berarti orang tekhnis. Kalau di dalam lelang di isyaratkan yang tercantum di pelelangan itu wajib, kalau di lapangan itu nanti, itu owner yang berhak nanti. Kalau dia merasa butuh tidak masalah, kalau ada di lapangan itu syukur.

Kalau dia (owner) merasa cukup kerjaan itu sesuai dengan spec yang kita ingini, alat itu tidak di pakai duitnya kemana? Boleh di adendumkan atau di jadikan temuan, audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan. Red) kan begitu, sesuai dengan UU jasa kontruksi No. 2 tahun 2017.” (25/09/2017) Ungkap ilmardi menjelaskan.

Kembali Amin rizlan Memaparkan. “Justifikasi teknis itu di buat oleh konsultan, tapi seyogyanya gunakan nalar donk. Dalam penawaran mereka menyiapkan kesanggupan pengerjaan dan penyediaan alat/peralatan bahkan di lampirkan perjanjian yang di notariskan bila pengadaan alat/peralatan tersebut merupakan kerjasama (sewa) dengan pihak lain dan kesanggupan melaksanakan pekerjaan di minta pernyataannya oleh pihak ULP selaku pelaksana lelang. Bila tak terpenuhi di dalam lelang dapat di pastikan Gugur.”(25/09/2017) Ungkap Amin.

Lanjut amin.”Mekanisme CCO itu adalah pengajuan dari pihak rekanan kepada PPK, PPK menyurati Konsultan, dari konsultan baru keluar yang namanya justifikasi teknis! Ketika dalam penawaran membuat kesanggupan dalam mengerjakan, penyediaan alat/peralatan di buktikan bahkan di notariskan ketika dilapangan di CCO atau di adendumkan, ini jelas terdapat indikasi Konspirasi dalam pengerjaan pekerjaan tersebut.” (25/09/2017) Tambah Amin kepada Bidas.

Kembali ilmardi menerangkan “setelah kontrak bukan tanggung jawab panitia lagi, di serahkan ke PPK (Pejabat Pembuat Komitmen. Red) dia pemilik fisik dan keuangan, kita melelangkan mencari yang berkwalitas.” Jelasnya pada bidas.

Terkait tentang pengecekan alat yang di isyaratkan dalam lelang saat evaluasi ilmardi menegaskan “Bila ada dokumen yang mencurigakan boleh di periksa persyaratan alat tersebut sesuai dengan pakta integritas point 4, bila ada pemalsuan data itu bukan Ilmardi yang menuntut tapi, negara yang menuntut. Persyaratan itu tidak baku sesuai kebutuhan. Siapa yang berani dari pokja saya yang melakukan menambah mengurangi persyaratan besok langsung saya berhentikan.”(25/09/2017) Tukas Ilmardi.

Kembali Amin menegaskan “ketika evaluasi dokumen kwalifikasi dan pembuktian dokumen kwalifikasi adakah kecurigaan pihak pelelang terhadap dokumen peserta, atau hanya cukup sebatas ngelihat saja. Sebab alat/peralatan slip form pavers tersebut kabarnya belum ada di sumatra.”(25/09/2017) ungkap amin pada bidas.

Masih amin “Nanti kalau ada pekerjaan pengaspalan dak perlu pakai wales atau apa saja , bilang aja nanti uang peralatan kita jadikan temuan. kita gilas pakai drum aja dan untuk rekanan yg mengikuti tender yang sedang berlangsung saat ini, jangan lagi di pusingkan tentang peralatan. Semua bisa di CCO atau di adendumkan setelah kontrak di buat dan saya mensiyalir kalau persyaratan alat/peralatan hanya bahan yang mempersulit rekanan lain dalam mengikuti tender. Dengan begitu indikasi konspirasi terhadap suatu pekerjaan di duga kuat di lakukan sedari pelelangan hingga indikasi penentuan pemenang telah ada sebelum lelang di mulai” (25/09/2017) tegas amin berang pada bidas. (sr)

Komentar