Ada Skenario Perlambatan Penyaluran Bantuan Covid-19 Tanjab Barat, Benarkah?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Harapan yang sempat dilontarkan oleh kepala BPKAD, Rajiun di salah satu media online terkait anggaran COVID yang ada belum terpakai bisa dikembalikan lagi untuk kegiatan yang terpangkas bila pandemi berakhir ternyata bukan isapan jempol belaka.

Sekalipun Sekda Kabupaten Tanjabbar, Agus Sanusi mengeluarkan surat tanggal 14 April 2020 yang ditanda tangani Sekda Tanjabbar bersifat segera untuk menghentikan proses pengadan barang dan jasa tahun 2020 saat itu yang ditujukan kepada seluruh OPD dan Kabag Di Setda Tanjabbar nyatanya beberapa pekerjaan tidak dihentikan bahkan telah ada yang dilaksanakan paska terbitnya surat sekda tersebut seakan – akan tidak ada pemotongan dan diasumsikan dana masih aman.

“Dari anggaran BTT Covid yang disampaikan pihak eksekutif dapat dilihat Rp.101 M yang dianggarkan  untuk RKB 1 dan II sebesar 47.233.146.079,-  dan tersisa Rp.53.965.734.624,-.” Ujar H. Asek, Anggota Banggar DPRD Kab. Tanjab Barat.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan pihak eksekutif kepada legislatif realisasi dana penanganan Covid-19 Kab. Tanjab Barat tahap 1 dan II sebesar Rp.101 M hanya tersalurkan Rp.47.233.146.079, dan telah digunakan sebesar Rp.14.181.512.495,- selama tahap 1 dan tersisa Rp.33.051.633.584,- sementra terhitung bulan Juni 2020 telah memasuki tahap berikutnya.

“Tahap ini saja bantuan beras hanya dapat 6 Kecamatan, 7 Kecamatan lain belum menerima sedangkan bulan ini telah memasuki tahap selanjutnya. 101 M yang dianggarakan kenapa realisasinya terlalu lamban.” Tambahnya.

Apakah lambannya penyaluran dan penggunaan dana penanganan covid-19 yang dialokasikan sebesar 101 M sebagai bentuk skenario permainan tempo dalam menanti ‘New Normal’ hingga dana penanganan covid dapat dikembalikan pada pos – pos anggaran sebelumnya dimana beberapa pemenang lelang proyek telah menunggu penandatanganan kontrak hingga pekerjaan – pekerjaan PL yang menunggu pencairan uang muka? Lalu bagaimana dengan penyaluran bantuan kepada masyarakat terdampak yang tak kunjung menerima? Entahlah. (Red)

Komentar