Ada Tangan Besi, Dibalik Peningkatan Struktur Jalan Ro – Ro

Kuala Tungkal – Bidas. Setelah melalui serangkaian mulai dari proses lelang Peningkatan Struktur Jalan Simpang IV Sungai Saren Simpang Teluk Nilau – Pelabuhan Ro Ro (Tanah Lokal Ke Perkerasan) dengan menggunakan dana sebesar Rp 26.966.600.250,00 APBD-2017 (DAK) hingga penyelesaiannya menuai berbagai macam kritik dari masyarakat.

Kali ini, pekerjaan tersebut kembali dilirik karena di tengah pengerjaan justru dirubah menjadi Rp 21 miliar lebih dengan panjang pekerjaan 8,6 kilometer yang semula Rp 26.966.600.250,00 dengan panjang 13,9 kilometer. “Seharusnya ini menjadi perhatian pihak hukum ditanjab barat, agar hukum di tanjab barat tak dinilai mati suri. Sampai saat ini pekerjaan tersebut disinyalir masih berlangsung.” Ungkap ABD yang tak ingin namanya dipublikasikan (16/1).

“Pernyatan BMKG Terkait cuaca selama pekerjaan itu berlangsung tidak dapat sepenuhnya di jadikan alasan untuk merubah volume dan dana dalam kontrak kerja. Apalagi perubahan tersebut diduga kuat memihak rekanan. Sedangkan di akhir bulan oktober 2017 lalu Apri Dasman telah mengatakan keuangan sudah di 60 %.“ Imbuh ABD.

“Ini pekerjaan Sungguh luar biasa hebat. Mulai dari penayangan lelang yang disinyalir beralamat palsu. Titik nol pekerjaan yang tak sesuai judul pekerjaan, Pengerjaan yang tak mengenal batas waktu, hingga perubahan nilai kontrak serta spesifikasi diujung batas waktu kontrak. Seakan ada tangan besi dibalik Peningkatan Struktur Jalan Simpang IV Sungai Saren Simpang Teluk Nilau – Pelabuhan Ro Ro (Tanah Lokal Ke Perkerasan).” Pungkasnya.

Diketahui, Kabid Bina Marga DPUPR, Apri Dasman, ST. MT Menjelaskan (30/10/17). “Dalam kontrak tetap sesuai dengan di DPA, di penanyangan di ULP yang perlu di cermati lagi, untuk di perbaiki sudah tidak bisa lagi, sekarang sudah keranah kontrak dan keuangan sudah di 60 %. Dan terkait kesalahan dalam penayangan yang tidak sama dangan yang tercantum di DPA kami ya, memang bisa dikatakan alamat palsu.”Tukasnya. (st*2)

Komentar