ADAKAH ITEM TERHILANGKAN PADA PENGERJAAN JL. KIHAJAR DEWANTARA (siswa ujung) – KUALA INDAH?

Kuala Tungkal – Bidas. Terselesaikannya Pengerjaan Peningkatan Jalan Kihajar Dewantara (siswa ujung) – Kuala Indah lagi, kembali menuai pertanyaan tentang dugaan adanya item pekerjaan yang terhilangkan. “kami mensinyalir kuat adanya item pekerjaan peningkatan jalan kihajar dewantara (siswa ujung) – kuala indah yang terhilangkan dalam pengerjaannya, untuk itu kami meminta kepada Inspektorat untuk benar – benar memeriksa perkerjaan tersebut secara maraton.” Ungkap Amin Rizlan pada Bidas.

Lanjut Amin, “Item pekerjaan peningkatan jalan tersebut di sinyalir di rencanakan penghilangannya sejak awal pekerjaan, hingga kalau pun menjadi temuan oleh pihak inspektorat saya rasa belum cukup. Sebab selama ini sanksi terhadap pihak owner  teramat asing di dengar, yang selalu berdengung adalah sanksi pengembalian temuan oleh pihak rekanan. Sedangkan dalam pelaksanaan semestinya ada beberapa pihak yang turut andil di antaranya konsultan pengawas, pengawas lapangan dari dinas DPUPR, PPTK, hingga Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) selaku penerima akhir perkerjaan.” Papar Amin lagi.

Masih Amin, “Kami siap membantu Inspektorat bahkan BPK dalam mengungkap dugaan terhilangkannya item pekerjaan yang kami maksud bila di minta.” Terang Amin pada Bidas.

Di lain tempat RA yang tak ingin namanya di publikasikan dalam pemberitaan ini menjelaskan pada Bidas. “kami juga menduga kuat adanya item perkerjaan peningkatan jalan kihajar dewantara (siswa ujung) – kuala indah yang tampaknya tidak di laksanakan, sementara dalam pelaksanaan perkerjaan itu ada item tersebut dalam RAB, lalu siapa yang bertanggung jawab?” Ungkap RA sembari bertanya.

Lanjut RA “item yang kami sinyalir terhilangkan tersebut sengaja tidak kami publikasikan agar kiranya dapat menjadi tolak ukur sejauh mana fungsi dan tugas pihak pemeriksa pekerjaan tersebut berjalan, ya seperti TP4D yang pernah turun di awal september kemarin, atau inspektorat yang memeriksa pekerjaan tersebut beberapa hari lalu. Bila kami sebutkan dugaan item yang terhilangkan takutnya menyinggung mereka.” Ungkap RA seraya tersenyum pada Bidas.

Masih RA. “Selaku Penggiat dan pemerhati terkait kegiatan pemerintah guna mencapat hasil yang di inginkan hingga tak menodai visi dan misi pemkab tanjab barat saya rasa biar para tim pemeriksa menjalankan perkerjaannya secara profesional, bila memungkinkan dan di butuhkan kami siap mendampingi agar lebih transparansi dan terbuka. Serta kami juga ingin mendengar seperti apa sih, sanksi bagi para pelaksana selain pihak rekanan, yang kerap kita dengar ‘kan hanya pengembalian dana dari pihak rekanan, Selesai! Seakan Cuma rekanan yang menanggung kesalahan sedangkan konsultan pengawas, pengawas lapangan DPUPR, PPTK, PPHP, hingga PPK terus melenggang tenang. Lalu dimana keadilan dan tanggung jawabnya? Tutup RA pada Bidas.(sr)

Komentar