oleh

Akibat ‘Catatan Dari Langit’ Hampir 100 Perusahaan Klasifikasi Kecil Sudah Non Aktif

Ketua Gapensi Tanjab Barat : “Tolong Di Perhatikan Nasib Perusahan Klasifikasi Kecil.”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Tercatat hampir 100 perusahaan klasifikasi kecil yang terdaftar di Asosiasi BPC GAPENSI (Gabungan Pengusaha Kontruksi Seluruh Indonesia) Tanjab Barat di tahun 2018 sudah gulung tikar akibat sulitnya mendapat pekerjaan Penunjukan Langsung (PL) di lingkup Pemkab Tanjab Barat.

Menurut ketua BPC GAPENSI Tanjab Barat, Aburrahman Jamalia menyebutkan bila di hitung dari grafik di tahun 2016 s/d 2018 ada sekitar 100 perusahaan dengan klasifikasi kecil telah non aktif dan sampai tahun 2018 tadi hanya 100 perusahaan yang melakukan registrasi ulang.

“Kita sangat mengharapkan kepada OPD – OPD Di Tanjab Barat untuk memperhatikan perusahaan – perusahan dengan klasifikasi kecil yang menggantungkan kehidupan dari sisi pengadaan kontruksi, hingga dapat mengantisifasi semakin bertambahnya perusahaan – perusahaan dengan klasifikasi kecil ini mati.” harapnya.

Terpisah, menurut Ketua LSM Petisi, Syarifuddin. AR menyebutkan pekerjaan proyek dengan sistem Penunjukan Langsung (PL) yang ada di setiap OPD Tanjab Barat seharusnya mampu memberikan pekerjaan terhadap perusahaan – perusahaan kecil bila di hitung dari akumulasi jumlah pekerjaan yang ada di tiap OPD.

“Ditahun 2019 ini semisal untuk di Dinas PERKIM saja hampir 270 paket pekerjaan dan di Dinas PUPR hampir 100 paket pekerjaan yang klasifikasinya PL, bila kebijakan tersebut di kembalikan pada OPD masing – masing dan dan tak ada dugaan ‘catatan dari langit’ itu mampu memberi suplemen pada perusahaan – perusahaan klasifikasi kecil di Tanjab Barat untuk bertahan.” Ungkap aktivis senior ini.

“kita berharap tidak ada lagi dugaan ‘catatan dari langit’ yang mampu mengkebiri kebijakan OPD dalam memberikan peluang pada perusahaan – perusahaan dengan klasifikasi kecil yang hampir punah di negeri serangkuh dayung serentak ketujuan ini, Tidak ada undangan pekerjaan atas nama satu untuk semua semua untuk satu.” Timpalnya.

Hal ini juga di tanggapi oleh Ketua HIPMI (Himpunan Pengusaha Muda Indonesia) Kab. Tanjab Barat, Muhammad Tabroli. SH mengatakan kita mendorong Pemkab Tanjab Barat untuk mengoptimalkan pengusaha – pengusaha lokal dengan klasifikasi kecil.

“jangan sampai pemkab mengutamakan pengusaha luar hingga memperburuk perekonomian masyarakat lokal, bila mengutamakan pengusaha – pengusaha lokal maka pergerakan ekonomi daerah akan meningkat.” singkatnya. (St*2)

Komentar