Akui Dokter Doni Sanjaya Lakukan Kesalahan, Kasi Pelayanan Medis Minta Maaf

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Melalui jumpa pers pihak RSUD Daud Arif Kuala Tungkal menyampaikan permintaan maaf terkait ketidaknyamanan pelayanan rumah sakit atas prilaku serta pelayanan seorang dokter Doni Sanjaya yang dianggap tidak memiliki kesopanan dan dinilai telah mengangkangi SOP RSUD yang berakreditasi paripurna.

Pihak RSUD Daud Arif Kuala Tungkal melalui Kasi Pelayanan Medisnya, Dr Nani mengakui adanya kesalahan yang dilakukan salah satu dokter dan menyampaikan permintaan maafnya.

“Kami minta maaf, memang ada kesalahan pada dokter kami, dokter DN, dia dokter baru di sini. Jadi dia tidak tau prosedur yang ada,” kata Kasi Pelayanan Medis RSUD Daud Arif Kualatungkal, Kamis (12/3).

Didampingi Kabid Pelayanan, dr Hartati, dia menyesalkan sikap kurang pantas dari dokter Doni Sanjaya, dan mengatakan akan mengambil sikap tegas.

“Kita pastikan hal seperti ini tidak akan terulang lagi. Semua masukan dan permintaan rekan media kita tampung, secepatnya akan kita sampaikan pada pimpinan, demikian juga proses sanksi etik dan lainnya segera kita lakukan,” tegas dr Nani.

Sementara dari keluarga pasien, Mukhtar AB mengatakan ia menyesalkan sikap dokter Doni Sanjaya yang kurang mencerminkan sikap seorang dokter terlebih RSUD Daud Arif merupakan RSUD dengan akreditasi paripurna .

“Saat paginya saya dilayani dokter Dila dan dia sangat baik dan sopan. Saat berganti shift, diganti dokter Doni. Sikap dan tutur kata dokter Doni sangat kurang pantas. Padahal saya sebagai pasien non BPJS dan saya tak dapat membayangkan bagaimana pelayanannya dengan pasien BPJS.” Beber Mukhtar.

Dikatakannya lagi, dirinya sangat tidak mengerti mengapa sebuah RSUD berakreditasi paripurna justru memiliki seorang dokter seperti dokter Doni yang dinilai telah mengangkangi SOP RSUD Daud Arif Kuala Tungkal.

“Ketidaknyamanan pelayanan bukan pertama kalinya terjadi di RSUD Daud Arif tapi bila seorang dokter yang seperti ini tentu memberikan preseden buruk bagi pelayanan masyarakat terlebih dokter itu merupakan seorang yang berpendidikan.” Tukasnya. (St*2)

Komentar