Aliansi Wartawan/ Ormas Datangi Kantor Bupati Tanjab Barat

Kuala Tungkal – Bidas. Puluhan Masyarakat yang tergabung dalam Aliansi wartawan/ Ormas mendatangi Kantor Bupati Tanjung jabung Barat untuk menyampaikan aspirasi mereka. “Kami meminta pak Bupati untuk datang menghapiri kami untuk mendengar Aspirasi kami ini.” Ungkap KMS. Azhari dalam orasinya di depan kantor Bupati tanjab Barat.

“Kedatangan kami kemari hanya untuk menyampaikan aspirasi kami untuk di dengar dan di terima oleh Bapak Bupati selaku kepala daerah, Adapun aspirasi yang kami sampaikan 1. Minta keterbukaan terkait dana humas 2. ketegasan kepala daerah dalam memberdayakan SDM putra daerah Kab. Tanjab Barat. 3. Kesejenjangan dalam penggunaan dana APBD Kab. tanjab Barat Untuk lebih berkeadilan untuk 13 Kecamatan. 4. Ketegasan kepala daerah mengacu Pepres no. 70 tahun 2012 dan UU keterbukaan informasi publik No. 14 Tahun 2008 tentang reses pelaksanaan pekerjaan Poyek. ini kita malu dilihat Pak oleh daerah lain, seakan- akan kepala daerah kita menutupi anti korupsi papan merek itu salah satu menunjukkan niat pemda kab. tanjab barat anti korupsi dan itu tolong di tegaskan kepada rekanan. pasang sesuai prosedur, ini papan buta semua macam mana kita membantu kinerja pemerintah daerah kalau semuanya gelap.” Ungkap KMS azhari dalam penyampaian aspirasinya.

“ke-5, keinginan masyarakat melalui kami untuk disampaikan kepada bapak bupati tolong gagalkan proyek repitalisasi pipanisasi, APBD TA. 2018, karena telah terlalu banyak lebih dari 300 Miliyar sampai tu, mangkrak – mangkrak, busuk- busuk tu alatnya tu. lebih baik arahkan kelain ke beberapa kecamatan yang telah ada central – central PDAM. 6. Kejelasan Pemkab Tanjab Barat dalam pengelolaan dana CSR dari setiap perusahaan di Tanjab barat. 7. Stop rehap dinas Bupati, Wakil Bupati, dan Rumah dinas Setda. 8.Stop pembelian Mobil Dinas. 9. Penyetopan pekerjaan Rigid beton di depan kantor Bupati yang di laksanakan oleh salah satu rekanan yaitu PT. MURIA INDAH yang tidak sesuai kontrak, karena yang sudah di kerjakan pada fisik pekerjaan menggunakan alat vibrator yang seharusnya sesuai kontrak menggunakan alat Slip Form Pavers untuk itu segera di hentikan sampai alat yang dimaksud di datangkan. ini kita betul – betul setanjab barat di bohongi, sekian banyak rekanan mengundurkan diri dengan alasan Slip Form Paver inilah, hanya PT ini yang mempunyai. terus terang pak, dalam tender itu yang di laksanakan ULP itu angkanya (penawaran. red) paling besar dari penawaran rekanan yang lain, kenapa dia di menangkan? karena alat inilah. tapi kenyataan di lapangan tidak pernah di hadirkan alat itu.” Papar KMS. Azhari saat penyampaian aspirasi yaang di terima oleh Asisten II.

Lanjutnya. “Kami STOP, kami membantu tugas tipikor dan tugas kejaksaan berkemungkinan Beliau – Beliau itu tidak tau masalah teknis ini kami telah konsultasi kepada pihak- pihak konsultan dan rekanan yang merasa di rugikan akibat dari kecurangan saat tender, ini indikasi karena ULP kenapa tidak engecek langsung alat itu ada. hancur negeri ini karena permainan – permainan seperti ini. ini persaingan usaha tidak sehat.” kembali KMS. Azhari memaparkan.

Pihak Pemda Tanjab barat, Hidayat, SH selaku asisten I yang mewakili Bupati Tanjab Barat karena saat ini tidak berada di tempat menerima aspirasi dari Aliansi Wartawan/ Ormas untuk di sampaikan kepada Bupati Tanjab Barat. (sr)

Komentar