Amin Rizlan ; Kita Tak Ingin Berasumsi Kalau Institusi Hukum Di Kab. Tanjabbar Buta Dan Tuli

Hukum0 views

Kuala Tungkal – Bidas. Banyaknya kerusakan yang disinyalir terdapat pada struktur jembatan yang dibangun menggunakan dana APBD TA. 2017 lalu, terutama pada bagian sayap, plat injak, timbunan oprit jembatan menuai kejanggalan terkait pelaksanaan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak rekanan.

Amin Rizlan Selaku Ketua Asosiasi ASPEKINDO Tanjabbar mengungkapkan (04/04), “Kabid Bina Marga DPUPR Kab. Tanjab Barat telah menjelaskan melalui beberapa media kemarin. Dia mengakui bahwa kerusakan ini terjadi murni karena kondisi faktor alam jadi, Institusi hukum kiranya dapat melirik hal ini.” Ungkapnya.

“Seperti apa katagori faktor alam yang dapat disimpulkan menjadi penyebab kerusakan, terkait perbaikan itu perlu dilakukan. Tapi, bila terindikasi nantinya ada unsur kesengajaan dalam mengurangi mutu pekerjaan yang di setujui oleh Pengawas Konsultan, PPTK, P2HP, Serta PPK itu wajib dipertanggungjawabkan.” Tambah Amin.

“Jangan selalu masa pemeliharaan menjadi alasan. Contoh, jembatan pada Ruas Jalan RORO merupakan jalan utama keluar masuknya kendaraan bertonase besar nantinya, bukan sekedar akses pembuka bagi masyarakat sehingga bisa memudahkan masyarakat untuk meningkatkan roda perekonomiannya. Seperti yang dikatakan Kabid BM.” Tambah Amin lagi.

“Kita tak ingin berasumsi kalau Institusi hukum di Kab. Tanjabbar Buta dan tuli, terhalang pandangannya oleh sesuatu. Ini tentang citra hukum di Kab. Tanjabbar, buatlah masyarakat yakin akan penegakan hukum.” Tukasnya. (st*2)

Komentar