Ancaman Devisit 137,8 M Dan Ditengah Pandemi Corona, 146,4 M Proyek Sudah Ditenderkan

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Ditengah-tengah pandemi corona dan ancaman devisid anggaran yang barang tentu akan berdampak pada perekonomian masyarakat kecil dan menengah Pemkab Tanjab Barat justru gencar melelangkan proyek – proyek dengan dana miliyaran dan sampai saat ini ratusan miliyar telah ditenderkan.

Adapun proyek – proyek miliyaran tersebut berdasarkan data yang berhasil dihimpun media ini melalui LPSE Kab. Tanjab Barat yang ditenderkan ditengah – tengah pandemik corona dan ancaman devisit keuangan adalah sebagai berikut,

  • Pembangunan Gedung Banggar DPRD Kab. Tanjung Jabung Barat, 10,1 M
  • Peningkatan Jalan Tanjung Senjulang, 1 M
  • Peningkatan Jalan Masjid Suryah – Khairuddin – SD 8 Merlung, 999,9 Jt
  • Pembangunan Tanggul Desa Sungai Dungun Kec. Kuala Betara, 1,6 M
  • Penyelesaian Pembangunan Perluasan kantor Bupati, 10 M
  • Pembangunan Sarana dan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi 2021, 35 M
  • Pembangunan / Peningkatan Skala Kawasan Prasarana MTQ Tingkat Provinsi Desa Tungkal I Kec. Tungkal Ilir, 1,2 M
  • Pembangunan /Peningkatan Skala Kawasan Kec. Seberang Kota, 4 M
  • Peningkatan Jalan Merlung Menuju Flyover Jembatan Merangin, 2,5 M
  • Peningkatan Jalur Dua Kecamatan Merlung, 11 M
  • pembangunan kantor dinkes, 5 M
  • Dan, pembanguna untuk 17 jembatan dengan total 64 M

Sehingga, diakumulasikan proyek ditengah pandemi corona dan ancaman devisit yang telah ditenderkan oleh Pemkab. Tanjab Barat adalah + 146,4 Miliyar.

“Jika di hitung dari prediksi yang awal sekarang , kita itu di perkirakan dari APBD 2020 yang telah kita rubah beberapa kali, maka prediksi defisit sekitar Rp.137,8 M,” Ujar Sekda Tanjab Barat.

Menurutnya, pihaknya telah mengadakan rapat terkait dengan prediksi devisit anggaran yang nilainya cukup besar,  adapun dalam rapat tersebut kata Sekda, seluruh OPD di lingkup pemerintahan Tanjabbar diminta untuk merasionalisasikan anggaran.

“Silahkan rasionalisasi secara internal dan di laporkan kepada pak Bupati melalui tim TAPD kita sisir mana yang bisa kita tunda dulu. Jadi di samping devisit PR kita itu ada dua, satu mengatasi defisit dari dana pusat, satu lagi dari penangganan covid,” Terangnya.

Penanggulangan pandemi corona dan ancaman devisit tentu tak lagi membahas pemangkasan mega proyek dan proyek bernilai miliyaran karena tender yang dilaksanakan disaat ini justru sebagian telah menandatangani kontrak kerja.

Dikhawatirkan opsi merasionalkan anggaran rutin dan proyek – proyek PL (penunjukan langsung) akan dilakukan sehingga proyek – proyek PL yang dinilai merupakan  pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat dalam infrastruktur serta biaya rutin OPD akan menjadi korban akibat percepatan tender ditengah pandemik corona dan devisit anggaran. Entahlah! (Red)

Komentar