Aturan Absensi ASN Tanjabbar Berpotensi Melemahkan Kinerja

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Langkah Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dalam upaya mensejahterakan para Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pemberian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) patut di acungi jempol. Namun seiring dengan hal tersebut juga di harapkan adanya peningkatan kinerja para ASN.

Pemberian TPP yang di atur dalam Peraturan Bupati (PERBUP) Nomor 43 Tahun 2018 ini mendapat perhatian serius dari pengamat publik Syarifuddin AR mengatakan tujuan pemberian TPP ini sebagaimana tertuang di dalam perbup adalah memotivasi para ASN untuk meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsinya masing-masing. Namun ia juga menyayangkan jika penetapan pola kehadiran (absensi), di tetapkan sebanyak 4 (empat) kali setiap hari kerja. Menurutnya pola tersebut justru berpotensi melemahkan kinerja para ASN Tanjab Barat yang mana telah tertuang di dalam perbup, bobot penilaian kinerja mendapat porsi cukup signifikan yaitu sebesar 60 persen. Syarifuddin menilai jadwal absensi sebanyak 4 kali tersebut terlalu berlebihan dan akan membentuk kebiasaan baru yang kurang baik bagi ASN.

“Absen sebanyak 4 kali itu akan menyita perhatian dan mengganggu kinerja. Akhirnya yang terjadi para ASN hanya di sibukkan dengan absen saja”, katanya.

Di tambahkannya, jangan sampai ketatnya pola absensi itu justru akan mengalihkan fokus atau bahkan malah akan melemahkan kinerja. Pengawasan kinerja mestinya jangan lagi di fokuskan pada penilaian disiplin semata, harus ada indikator lain yang betul-betul bisa di jadikan acuan untuk mengukur peningkatan kinerja tersebut selain disiplin. Di dalam perbup TPP tersebut juga tertuang adanya kewajiban membuat laporan pelaksanaan tugas dan fungsi yang di buat oleh ASN setiap hari.

“Nah penyampaian laporan itu yang mesti di awasi secara intens setiap hari karena fakta yang terjadi selama ini laporan itu di buat gelondongan tiap bulan saja”, imbuhnya. (St*2)

Komentar