BENARKAH ADA KETAKUTAN BILA PEKERJAAN AIR BERSIH ITU SATU PAKET?

Kuala Tungkal – Bidas. Pemecahan proyek Air bersih senilai + Rp. 95 M menjadi 2 paket pekerjaan dengan masing – masing, Peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih + Rp.46,51 M, Peningkatan Kapasitas Ipa Dan Intake Tebing Tinggi + Rp.36,64 M menjadi kontroversi.

Menurut ketua Hanura Tanjab Barat, Amin Rizlan mengungkapkan. “Kalau ingin di pecah – pecah kenapa tanggung? Peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih + Rp.46,51 M dalam item pekerjaannya terdapat Genset boster type 2, Pipa reservoar, Reservoar, Rumah Jaga, Rumah Pompa Boster, Site, Tangki BBM.” Ungkapnya (03/05).

“Sedangkan Peningkatan Kapasitas Ipa Dan Intake Tebing Tinggi + Rp.36,64 M dalam item pekerjaannya terbagi ; Intake, Ipa, dan Pipa. Nah, kalau ingin di pecah – pecah kenapa tidak di pecah per itemnya? ‘Kan masing – masing punya RAB dan draf tersendiri.” Tambahnya.

“Sebenarnya tidak perlu risau, BUMN tidak diperkenankan mengikuti tender dibawah 100 M. Itu himbauan Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sejak tahun 2017 lalu.” Tukasnya.

Diketahui, Pemecahan proyek air bersih senilai + Rp.95 M ini dilakukan tanpa pemberitahuan ke DPRD Tanjab barat. Saat di temui di luar sidang paripurna, Ketua Fraksi PAN, H Nazaruddin yang melakukan Walk Out dari paripurna mengungkapkan. “Pembahan air bersih itu dibanggar dibahas satu paket, kok dalam pelaksanaannya di pecah – pecah dan itu tidak ada pemberitahuan.” Tukasnya.  (St*2)

Komentar