Benarkah Ada Mufakat Jahat Dalam Lelang Pekerjaan Peningkatan Jalan?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Tender paket pekerjaan yang mengusung ketransparansian informasi yang dilakukan pemerintah melalui sistem elektronik tampaknya tidak sepenuhnya mampu menghalangi adanya mufakat jahat dari oknum tertentu untuk menguasai dan mengatur sedemikian rupa pemenang dalam tender.

Mulai dari persyaratan kelengkapan dokumen, dukungan peralatan hingga menyebarnya beberapa dokumen penawaran rekanan yang menjadi saingan ataupun rekanan yang dinilai mengganggu lancarnya pengaturan dalam kelamnya sistem lelang.

Menurut keterangan sumber media ini menyebutkan dirinya disambangi oknum salah satu panitia lelang, sebut saja HS yang mempertanyakan tentang faliditas dukungan peralatan terhadap perusahaan dengan harga penawaran terendah.

“Iya, ada panitia yang mendatangi saya menanyakan kebenaran dukungan alat, yang anehnya ada juga oknum kontraktor yang menghubungi saya terkait dukungan alat.” Ungkap sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan.

Yang membingungkan tutur sumber, justru bisa mengetahuinya pihak rekanan tersebut mengenai dukungan peralatan yang digunakan oleh rekanan lain (perusahaan dengan penawaran terndah_red).

“Bukannya dokumen penawaran selain panitia lelang yang tau hanya rekanan itu sendiri, lantas kok bisa oknum tersebut tau siapa yang memberi dukungan peralatan pada rekanan lain.” Tukasnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini pekerjaan tersebut adalah peningkatan jalan dengan pagu 3,5 Miliyar dengan hasil evaluasi lelang diurut berdasarkan harga penawaran terendah adalah CV. APK, CV. BN, dan CV. SAS. Mungkinkah CV. SAS yang merupakan penawar tertinggi akan muncul menjadi pemenang lelang dengan dalil 2 rekanan dengan penawaran terendah tidak lengkap dan atau lelang dibatalkan dengan alasan tidak ada rekanan yang memenuhi persyaratan atau tidak lengkap? Entahlah. (Satria)

Komentar