Benarkah Pengerjaan 2,919 KM Ruas Jalan Roro Hanya Tanah Timbun, Lalu Perkerasankah Namanya?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Simpang IV Sungai Saren Simpang Teluk Sialang – Pelabuhan Roro (dari tanah lokal – perkerasan) yang dilaksanakan oleh PT. BERINGIN CITRA LESTARI dengan Kontrak Nomor 620/295/KONT/KONS-PPK-BM/DPUPR/2018 senilai Rp.19.520.064.000,- yang menggunakan dana APBD – 2018 Kab. Tanjab Barat  diduga hanya memiliki Panjang pekerjaan  +  6,154 KM dengan rincian + 3,235 KM merupakan Timbunan biasa dari sumber galian dan Timbunan Agregat Kelas C, Sedangkan sepanjang + 2,919 KM pekerjaan tersebut hanya menggunakan Timbunan biasa dari sumber galian.

“Bila mengacu pada RAB pekerjaan memang item Divisi  3. Pekerjaan  Tanah terbagi menjadi Galian Biasa, Timbunan Biasa dari sumber galian, Penyiapan Badan Jalan, Geotekstil Separator Kelas 1. Sementara Divisi  5. Perkerasan  Berbutir  hanya menggunakan Lapis Pondasi Agregat Klass C  sehingga bila + 3,235 KM merupakan Timbunan biasa dari sumber galian dan Timbunan Agregat Kelas C dan 2,919 KM pekerjaan tersebut hanya menggunakan Timbunan biasa dari sumber galian. Pertanyaannya kok biasa?” Ungkap Aktivis Kab. Tanjab Barat, Syarifuddin. AR.

Menurutnya, dana sebesar Rp.19.520.064.000,- hanya untuk  44.525,50 M3 Timbunan biasa dari sumber galian, 69.238,00 M2 Geotekstil Separator Kelas 1, 10.604,84 M3 Galian Biasa, 79.890,00 M3 Penyiapan Badan Jalan, 6.758,67 M3 Agregat Kelas C, dan 56 Btg Pengadaan dan Pemasangan Pipa PVC Ø10”.

“Pekerjaan tersebut adalah Peningkatan dari tanah lokal – perkerasan, di tahun 2017 pekerjaan tersebut menggunakan Agregat kelas B yang analisa harga tentu diatas Agregat Kelas C. Lalu dugaan pekerjaan  + 2,919 KM yang hanya Timbunan biasa dari sumber galian menjadi pertanyaan besar.” Tambahnya.

“Dan kita belum berbicara tentang dugaan beberapa titik pekerjaan yang di tentukan dalam Typical Cross  Section pada Gambar Rencana Pekerjaan tersebut  telah ada Timbunan biasa dari sumber galian dari pekerjaan tahun 2017 yang seolah – olah tak kasat mata dan di sinyalir lanjutan pekerjaan di tahun 2018 hanya menaburkan Agregat Kelas C saja.” Imbuhnya. (St*2)

Komentar