Berikut Plus Dan Minus Figur H. Safrial, MS Menuju Jambi 1

Politik1,426 views

Catatan Redaksi http://jurnalbidas.com

KUALATUNGKAL – Figur Doktor H. Safrial, MS digadang – gadangkan melenggang menuju pilgub jambi yang akan datang berbekal pengalaman memimpin Kab. Tanjab Barat 2 periode, dan sosok akademisi yang potensial meyakinkan untuk diusung menuju konselidasi pilgub jambi 2020 dari tanah timur jambi.

Mantan dosen fakultas peternakan Universitas Jambi ini dikenal visioner dalam menciptakan visi yang tak diragukan lagi, kepiawaiannya dikancah politik mendulang dukungan dari berbagai element.. Ya, tentu penilaian yang kontras tetap selalu ada untuk menunjukkan warna dalam perjalanan karier seorang H. Safrial.

Dr. Ir. H. Safrial, MS yang lahir 61 tahun silam di Kec. Merlung, Kab. Tanjab Barat Prov. Jambi tepatnya tanggal 22 November 1958 ini memiliki riwayat pendidikan SD 8/V Merlung (1971), SMP I Jambi (1974), SMA II Jambi (1979), S1 Peternakan Univ. Jambi (1986), S2 IPB – Bogor (1993), S3 (Doktor Sosiologi) Univ. Padjajaran – Bandung (2004) memiliki pengalaman dibidang pemerintahan dengan pencapaian karier sebagai Direktur CV. Firda Saputra (1986–1989), Dosen Fak. Peternakan Univ. Jambi (1989–2000), Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat (2001–2005), Pelaksana Tugas Bupati Tanjung Jabung Barat (2005–2006), Bupati Tanjung Jabung Barat (2006–2011), Bupati Tanjung Jabung Barat (2016–2021).

Plusnya H. Safrial :

1. Kepimpinan H. Safrial mampu membuktikan kepada masyarakat sejatinya tak pernah memberikan kesan ‘dendam rezim’ di pemerintahannya, ini dibuktikan dengan di perbaikinya WFC (Water Fornt City) yang di bangun masa pemerintahan UE, Di fungsikannya Balai Adat untuk keperluan – keperluan pemerintahan serta pendidikan,
2. H. Safrial membawa nama Tanjab Barat dengan membuat terobosan pada dunia melalui kegiatan rehabilitasi Mangrove,
3. Membangun infrastruktur Tanjab Barat hingga memberikan kemudahan akses masyarakat, seperti dibukanya akses darat hingga menuju seberang kota, di buatnya lingkar jalan roro, serta digalakkannya rigid paperment di dalam kota kuala tungkal dan lainnya,
4. Membuka kesempatan putra – putri Kab. Tanjab Barat dalam menggali ilmu, dengan di tandatanganinya beberapa MoU Di Universitas ternama untuk generasi milenial.
5. H. Safrial juga mampu melepaskan opini BPK RI dari disclaimer menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP)

Minusnya, H. Syafrial :

1. Kurangnya jajaran OPDnya dalam mencerna apa yang di maksudkan oleh H. Safrial terutama dalam menjabarkan Visi dan Misinya.
2. Tak mengalirnya air bersih di Kab. Tanjab Barat meski ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat,
3. Kondisi listrik yang tidak menentu juga memberikan penilaian yang kurang baik terhadap keberhasilan kepemimpinan seorang H. Safrial,
4. Banyaknya keluhan masyarakat pedesaan terkait infrastruktur yang kurang memadai, serta
5. Kurangnya membaur turun kelapangan untuk mendengar permasalahan yang terjadi dimasyarakat,

Setiap pemimpin memiliki PLUS dan MINUS dalam masa kepemimpinannya, kendati demikian H. Safrial tetaplah seorang manusia yang juga tak pernah luput dari segala salah dan khilaf, program air bersih yang belum terealisasi hingga saat ini merupakan beban teknis yang harus diakui bersama sebab sejatinya pemerintah dan individu seorang pemimpin tentunya menginginkan yang terbaik untuk rakyat/masyarakatnya. Pengerjaan pengadaan air bersih masih dilaksanakan dan menurut data yang dihimpun pemkab tengah mengajukan penambahan dana yang dianggarkan pada DPA-APBDP tahun 2019 ini.

Listrik yang menjadi problema di bumi serangkuh dayung serentak ketujuan ini bukanlah sepenuhnya tanggung jawab pemerintah daerah, selaku pemerintah daerah hanya mampu mengusulkan dan menyarankan dimana permasalahan listrik tetap sepenuhnya dibawah wewenang BUMN.

Mengenai infrastruktur pedesaan seharusnya pemkab tanjab barat lebih dipermudahkan sebab telah dialokasikannya dana desa untuk kepentingan desa itu sendiri secara mandiri, sebab hanya masyarakat desa itu sendirilah yang mengetahui permasalahan dalam desa yang seharusnya telah mampu ditanggulangi melalui perangkat desa.

Berbaur terjun kelapangan/ masyarakat secara langsung untuk mendengar permasalahan yang terjadi dimasyarakat inilah satu – satunya yang tak memiliki alasan khusus, sebab selaku Pemimpin daerah tentu memiliki kesibukan dan beban kerja yang optimal hingga menyita waktu sang ‘kuda hitam’ begitu Dia dikenal hingga memaksanya dan menjeratnya duduk diruangan kerjanya sedari pagi hari hingga tenggelamnya sang surya di ufuk timur.

Pada dasarnya, seorang pemimpin tentu berbuat yang terbaik bagi rakyatnya, terlepas kepentingan – kepentingan element tertentu yang tak terakomodir serta kekecewaan – kekecewaan terhadap keputusan yang tak memenuhi kepuasan pihak – pihak tertentu merupakan warna warni dalam perjalanan sang visioner, DR. Ir. H. Safrial, MS. adalah putra dari tanah timur jambi, salah satu figur terbaik di tanah timur jambi milik masyarakat Tanjab Barat yang seharusnya dibanggakan serta dikedepankan terlepas dari semua unsur kepentingan – kepentingan yang memboncengi. (redaksi)

Komentar