Berlanjut, Merasa Terzholimi Ormas Rajawali Sakti Geruduk Kantor Bupati

Sudirman “Apa Dasarnya Mereka Batalkan Hibah?”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Bermula dari tanah milik warga Rt. 06 Mekarjaya, Benyamin (56) yang menjadi tempat berdirinya 5 aset bangunan Pemkab Tanjab Barat yakni, 3 rumah dinas puskesmas, dan 2 rumah dinas Kecamatan Betara. Sejumlah masa mengatasnamakan Ormas Rajawali Sakti Geruduk Kantor Bupati Tanjab Barat.

Sudirman selaku ketua ormas rajawali sakti sekaligus kuasa pemilik tanah merasa terzolimi dengan tindakan yang dilakukan Pemkab Tanjab Barat yang justru membatalkan hibah tanah tempat berdirinya Pustu di Kec. Betara.

“Pak Benyamin memang menghibahkan sebidang tanah untuk membangun pustu/puskesmas yang menggunakan dana CSR, tapi untuk 5 bangunan rumah dinas tersebut masih merupakan milik pak Benyamin dan tidak dihibahkan.” terangnya.

“Bicara mengenai pencatatan infentarisir Pemkab sebagai dasar pembangunan aset daerah yang kita pertanyakan. Contoh, bila tanah tersebut tercatat sebagai infentarisir Pemkab kenapa waktu mau mendirikan pustu/puskesmas yang menggunakan dana CSR meminta hibah?” tambahnya.

Menurut Sudirman, yang Dia sesalkan adalah ketika pihaknya mempertanyakan kepemilikan tanah atas bangunan 5 rumah dinas tersebut, justru pihak pemkab menempuh jalan dengan membatalkan hibah tanah yang diperuntukkan untuk Pustu/puskesmas yang dibuat bersamaan dengan sporadik atas nama Benyamin untuk 5 bangunan milik Pemkab Tanjab Barat.

“Pembatalan hibah tersebut justru tidak melibatkan Pak Benyamin selaku penghibah. Nah, kalau pun di batalkan bagaimana dengan aset Puskesmas dan 5 bangunan rumah dinas tersebut.” timpalnya

Sebelumnya, kepala BPKAD Tanjab Barat, Rojiun Sitohang menapik terkait penyerobotan tanah milik masyarakat, yang menurut Rojiun pembangunan aset pemkab tersebut berdasarkan Pencatatan infentarisir aset Pemkab Tanjab Barat. (St*2)

 

 

Sebelumnya,

 

Benarkah Pemkab Tanjab Barat Serobot Lahan Masyarakat?

 

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Disinyalir kuat Pemkab Tanjab Barat serobot tanah masyarakat, milik warga sukarejo atas nama Benyamin (56) warga Rt. 06 Kel. Mekar Jaya Kec. Betara Kab. Tanjab Barat dengan nomor sporadik 594/12/MKJ/2015 yang di tanda tangani Muhasmmad Arif, S. Sos.I selaku lurah mekar jaya di tahun tersebut.

Selaku kuasa pemilik tanah, Sudirman sekaligus ketua ormas Rajawali Sakti menyebutkan bahwa diatas tanah tersebut telah berdiri 5 bangunan milik Pemkab Tanjab Barat yakni, 3 rumah dinas puskesmas, dan 2 rumah dinas kecamatan, pada tanah dengan luas panjang 61 M dan Lebar 50 M.

“tanah tersebut milik Benyamin sesuai dengan sporadik sebagai bukti kepemilikan tanah tersebut, dan kini dikuasai Pemkab Tanjab Barat tanpa seizin Benyamin selaku pemilik.” ujarnya.

“Kita pernah melakukan mediasi yang di hadiri Kepala BPKAD, Kepala Puskesmas Suka Rejo, Dan dari dinas Kesehatan di dinas kesehatan dan kepala BPKAD berjanji akan menyelesailan permasalahan ini dalam waktu 1 minggu.” timpal Sudirman.

Dihubungi terpisah kepala BPKAD Tanjab Barat, Rojiun Sitohang menapik terkait dugaan penyerobotan tanah milik masyarakat, menurut Rojiun pembangunan aset pemkab tersebut berdasarkan Pencatatan infentarisir aset Pemkab Tanjab Barat.

Disinggung tentang bukti kepemilikan aset tanah tersebut, Rojiun berkilah bahwa itulah kesalahan sistem yang lama yang mesti kita perbaiki. “jika benar tanah itu milik masyarakat dan memiliki bukti, kita pemkab akan menggantinya. Kita tidak mau menyusahkan masyarakat.” ujarnya melalui selular.

Mengakhiri statemennya Rojiun mengharapkan agar bisa di selesaikan secara baik – baik dengan duduk bersama. “kalau bisa jangan demo, itu bisa menguras tenaga. Lebih baik kita bicarakan secara baik – baik.” harapnya. (jA01/St*2)

Komentar