Bicara Kota Layak Anak, Layak Huni Saja Masih Diragukan

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. “Untuk mewujudkan ini semua, tidak bisa cuma Bupati sendiri yang bekerja, perlu dukungan dari semua pihak yang terlibat” Ungkap Bupati Tanjab Barat, H. Safrial dalam sambutannya saat membuka pembinaan dan pengembangan Kota Layak Anak Tahun 2019 tingkat Kabupaten yang digelar di Aula Bapenda Kab. Tanjab Barat, Selasa (09/04).

Lebih lanjut Bupati Safrial menyampaikan, dalam rangka mempersiapkan anak – anak sebagai generasi penerus bangsa perlu diberikan media tumbuh kembang yang baik. Safrial ingin kedepannnya, Generasi penerus bangsa tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki keimanan dan ketaqwaan.

“lima kluster hak – hak anak harus terpenuhi, baik itu hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dan kesejahteraan, pendidikan, mau pun perlindungan” tambahnya

Terpisah, ketua LSM PETISI mengungkapkan selain 5 Kluster hak – hak anak harus terpenuhi ada yang lebih mendasar untuk disegerakan seperti lingkungan layak huni, air layak konsumsi serta ekonomi yang tidak mencekik.

“Terlalu jauh berharap tentang kota layak anak, layak huni saja Pemkab kita dinilai gagal. Seperti diketahui bersama penerangan yang seperti kunang – kunang, air yang jauh dari standar kebersihan, serta debu jalan yang mengancam ISPA untuk masyarakat terutama anak – anak. Belum harga hasil perkebunan yang merupakan mata pencarian petani Tanjab Barat yang mengancam keberlangsungan dan masa depan masyarakat.” Ungkap Syarifuddin.

Menurutnya, hal mendasar ini yang seharusnya menjadi prioritas Pemkab dan mengenai sindiran tentang bekerja sendiri sebenarnya itu bentuk dari penampikan kegagalan Pemkab dalam mengemban amanah rakyat.

“Kepala OPD tentu diseleksi dan dipilih sesuai kemampuan untuk membantu kinerja Pemkab Tanjab Barat, bila merasa kerja sendiri ganti saja. Mengeluh dihadapan public itu bentuk dari penampikan kegagalan agar tidak dipercundangkan.” Tambahnya.

“Kita Kabupaten dengan APBD yang tergolong cukup besar se-Provinsi jambi, tapi masyarakat jauh dari kata layak untuk tinggal di Kab. Tanjab Barat ini. Jadi jangankan berbicara Kota layak anak, untuk layak huni saja masih diragukan.” Timpalnya. (St*2)

Komentar