Dari Uniknya, Kopi LIBERIKA Menjadi Komoditas Unggulan Tanjab Barat

Ekonomi0 views

Betara – Bidas. Hak Paten dan Sertifikat Indikasi Geografis dari Dirjen Kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia terkait kopi Liberika Tungkal Komposit semakin terkenal di kalangan pencinta kopi khususnya di Indonesia. Sertifikat Indikasi Geografis diberikan kepada suatu produk yang memiliki reputasi dan kekhasan tertentu, sesuai dengan geografis tertentu. Unik dan khasnya Kopi Liberika Tungkal Komposit ini lantaran dibudidayakan di daerah gambut dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi. Dari segi bentuk, kopi liberika juga mempunyai bentuk yang lebih besar dibandingkan jenis kopi arabika dan robusta.

Liberika Tungkal Komposit Gerai UMKM, kec. Betara Kab. Tanjab Barat.

Didukung dengan aspek mutu yang baik dan citarasa kopi yang unik, membuat kopi ini terkenal di pasar kopi domestik maupun luar negeri khususnya Malaysia, Singapura. Hal ini juga membuat harga kopi Liberika Tungkal Komposit lebih mahal dari jenis arabika maupun robusta. Untuk harga kopi liberika asalan dalam bentuk Green Bean biasa dijual kisaran 40.000 Rupiah.

Selain itu, masyarakat Kab. Tanjab Barat juga mengolah kopi luwak dari jenis liberika ini, Kopi luwak yang dihasilkan bukan dari penangkaran luwak, melainkan luwak liar yang hidup disekitar perkebunan kopi. Masyarakat biasanya mengumpulkan biji kopi dari kotoran luwak yang jatuh disekitar kebun kopi mereka, harga jualnya terbilang tinggi. Setiap 1 Kg kopi luwak liberika ini dihargai sampai 200.000 rupiah untuk olahan Green Bean asalan.

Saat ini, Kopi liberika di budidayakan oleh masyarakat kecamatan betara kabupaten Tanjung Jabung Barat. Ada beberapa jenis olahan kopi liberika ini, dari mulai Green Bean asalan atau kopi pecah kering ukuran campuran, Roasting Green Bean atau biji kopi yang sudah disangrai, dan kopi bubuk atau kopi yang sudah siap seduh. Pada umumnya masyarakat kecamatan betara mengolah kopi sampai pada tahap Green Bean. Hal ini disebabkan karena alat pengolahan kopi masih terbatas. Untuk produk dalam bentuk green bean asalan, masyarakat biasa mengolah secara mandiri.

Gerai UMKM kecamatan betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Menurut Haryono (38), salah satu petani kopi di kecamatan betara. “Kopi yang sudah dikeringkan bisa menyusut sampai 30 % dari berat semula mas, belum lagi nanti kalau sudah dikupas cangkangnya” ujarnya.

“Pemasaran kopi Liberika ini pun sudah mulai berkembang, dulu masyarakat hanya menjual ke pengepul yang ada disekitar desa mereka. Sekarang, pemasaran kopi Liberika tersedia dari beberapa alternatif seperti UMKM, koperasi, LKM-A, Kelompok tani, atau pun kedai kopi bentukan masyarakat. Salah satu tempat pemasaran kopi liberika adalah gerai UMKM yang digagas Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis Mekar Sejahtera binaan Bank Indonesia. Di gerai ini menyediakan berbagai produk olahan kopi liberika, dari kopi liberika cerry atau buah kopi utuh sampai kopi liberika siap minum.” Tukas Haryono. (red)

Komentar