Dewan Pengawas PDAM Ini Dianggap Tidak Netral, Mukhtar ; “Bawaslu Kemana?”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Munculnya Dewan Pengawas BUMD PD. Tirta Pengabuan, ZE pada pengambilan/ penyerahan berkas pendaftaran balon (bakal calon) secara terang terangan dihadapan publik yang diduga mendukung salah satu balon (bakal calon) Bupati Tanjab Barat, Hj. Cici Halimah, SE yang merupakan istri dari Bupati Tanjab Barat saat ini menuai kontroversi.

Dilihat dari beberapa moment pengambilan dan bahkan penyerahan berkas pencalonan di beberapa partai politik, sosok ini justru mewakili sang istri Bupati tersebut dalam mengambil berkas pencalonan atau pengembalian berkas pencalonan.

“Kalau saya tidak boleh terlibat dalam politik itu kenapa tempo hari ketika saya mau menjadi direktur PDAM saya mengundurkan diri dari partai. Kalau dewan pengawas saya tidak tau.” Ungkap Direktur PDAM Tirta Pengabuan melalui selularnya.

Disinggung, apakah saat ini oknum ZE merupakan dewan pengawas PDAM Tirta Pengabuan Ustayadi membenarkan kalau sampai saat ini ZE masih merupakan dewan pengawas.

“Iya, sampai hari ini beliau (Oknum ZE_red) merupakan dewan pengawas.” Katanya lagi.

Terpisah, salah satu mantan anggota panwaslu Kab. Tanjab Barat, Mukhtar menyebutkan bahwa dewan pengawas PDAM merupakan jabatan publik yang harus menjaga netralitas hingga tak membangun opini tentang ‘memanfaatkan jabatan’.

“Ada 13 pihak dilarang dan sudah diatur dalam PKPU 23/2018 salah satunya direksi, komisaris, dewan pengawas, dan karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)/Badan Usaha Milik Daerah (BUMD); ” Ungkapnya pada media ini.

Menurutnya, Bawaslu Tanjab Barat jangan hanya jadi penonton tapi harus tegas sekalipun yang didukung tersebut merupakan ‘petahana’ karena ini bukan lagi terindikasi tapi telah melakukan dengan bukti photo yang bergentayangan dimedsos.

“Bawaslu kemana?” Timpalnya. (red)

Komentar