Diduga Ada Permainan Dalam Lelang, Hukum Diminta Lebih Responsif

Hukum0 views

Kuala Tungkal – Bidas. Seakan menjadi tradisi dan diduga sengaja di lakukan pengabaian beberapa tahapan lelang yang semestinya harus di jalani oleh pihak Unit Layanan Pengadan (ULP) Kab. Tanjab Barat, salah satunya tahapan Pembukaan Dokumen Penawaan.

Diduga Penayangan Harga penawaran pada tahapan pembukaan dokumen penawaran sengaja dilakukan tentunya dengan tujuan tertentu, Menurut Amin Rizlan. “Dari Tahapan ini sudah terlihat, dugaan ada permainan dalam lelang. Tahapan Pembukaan Penawaran seharusnya sudah di tayangkan harga penawaran, baru dapat disebut transparan.” Ungkapnya (23/03)

“Hampir merata pekerjaan yang di lelangkan dan di tayangkan melalui LPSE Kab. Tanjab Barat tidak muncul harga penawarannya saat tahapan pembukaan penawaran, Belum lagi kemungkinan akan di perpanjangnya tahapan Evaluasi Penawaran dan atau Evaluasi Dokumen Kwalifikasi dengan alasan Panitia membutuhkan waktu lebih dalam mengevaluasi, klasik.” Tukasnya.

Tepisah, Ketua LSM-PETISI28, Syarifuddin AR mengungkapkan. “Kita mensinyalir hal tersebut merupakan trik dan intrik panitia lelang, kita akan mengungkap permainan panitia ini sampai pada oknum yang diduga kuat mengatur lelang di kab. Tanjab barat bila aparat hukum yang di amanatkan UU tidak merespon dan menyikapi hal ini.” Ungkapnya (23/03)

“Dan besar dugaan kami pemenang pada paket lelang tersebut sudah ada, hingga lelang yang dilaksanakan hanya sebagai formalitas saja. Aparatur penegak hukum diminta untuk lebih responsif terhadap permasalahan lelang ini, jangan sampai masyarakat membuat hukum sendiri karena hilangnya kepercayaan terhadap hukum di Kab. Tanjab Barat.” Tukasnya.

Lelang yang dilaksanakan ULP melalui portal LPSE Kab. Tanjab Barat semestinya mengedepankan prinsif transparansi dan keterbukaan informasi. Semua Tahapan lelang yang tertuang dalam dokumen lelang harus di laksanakan dengan penuh tanggung jawab oleh pihak panitia lelang sehingga menepis segala dugaan permainan dalam lelang. (st*2)

Komentar