DIDUGA PENGATURAN LELANG, SIAPA OKNUM YANG MEMBERI PERINTAH?

Hukum0 views

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Molornya Jadwal tahapan lelang pada puluhan paket pekerjaan yang dilelangkan oleh ULP melalui portal LPSE Kab. Tanjab Barat yang terindikasi adanya dugaan pengaturan pemenang oleh ULP hingga terjadi kericuhan saat tahapan pembuktian 12 Juli 2018 lalu, menjadi pertanyaan besar dikalangan masyarakat.

Hal ini disampaikan oleh Ketua LSM-Petisi28, menurutnya ketidak sanggupan ULP dalam mengumumkan pemenang akibat indikasi dugaan pengaturan pemenang menjadi momok bagi ULP hingga pengumuman pemenang perpanjang hingga tanggal 16 Juli 2018. “Lucunya undangan pembuktian diberikan pada 12 Juli 2018, Sementara pembuktian juga dilakukan dihari yang sama sampai pukul 16.00 WIB.” Ungkap Syarifuddin AR, (16/7).

“Terjadi kericuhan hingga terindikasi adanya dugaan pengaturan pemenang, waktu pembuktian di perpanjang sampai 16 Juli 2018 dengan alasan Pihak Pokja memerlukan penambahan waktu dalam pembuktian kualifikasi. Rekanan hadir, justru pihak pokja yang hanya terdiri dari 1 orang ketika tahapan pembuktian kualifikasi. Alasan perpanjangan waktu tidak relevan.” Sambung Syarifuddin AR.

Dia mengasumsikan, dengan adanya pengakuan dari oknum panitia lelang tentang Kami hanya menjalankan perintah, serta dugaan ketakutan panitia dalam mengumumkan pemenang sesuai jadwal tahapan lelang, hingga terjadi perpanjangan waktu pembuktian maka, dugaan pengaturan semakin terang benerang. “ Lalu siapa yang memberi perintah?” Tandasnya. (St*2)

Komentar