Dimanakah Lantai Kerja Penataan Kawasan Desa Tungkal I

Pemerintahan43 Dilihat

 

Kuala Tungkal – Bidas. Penataan Kawasan Desa Tungkal I Rt 01 Parit Cina yang dilaksanakan oleh CV. ADI JAYA menggunakan dana APBD TA. 2017 sebesar Rp.440.253.000,00 Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab. Tanjab Barat diduga menghilangkan item lantai kerja pada pondasi tiang yang diduga memiliki ukuran 60 X 60 X 10 serta jumlah cerucup diduga kuat kurang dari 2.942 Batang.

Menurut AG, Yang tak ingin namanya di publikasikan mengatakan. “Dalam pekerjaan tersebut jumlah cerucup dengan ukuran Dia.8 P.4 – 4,5 M sebanyak 2.942 perlu di kaji kembali, karena kami menduga tidak sesuai antara yang di kerjakan dengan yang ada di RAB. Serta disinyalir penghilangan item lantai kerja harus juga di perhatikan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kab. Tanjab Barat dan konsultan pengawas.” Ungkapnya(13/12).

“Penghilangan terhadap Item Lantai kerja berpengaruh pada pondasi dan kekuatan jembatan tersebut, yang  diduga ada konfirasi penghilangan item tersebut antar pihak rekanan, konsultan pengawas, serta pengawasan dari Dinas. Berkemungkinan item tersebut akan di CCOkan bila berita ini di publikasikan.” Ungkapnya lagi pada Bidas.

“Setiap Item yang telah direncanakan dalam perencanaan memiliki peran dan fungsi masing – masing dalam mencapai kwalitas dan kwantitas hasil dari pekerjaan tersebut. PPTK pekerjaan tersebut tentunya tau hal tersebut bila berlatar belakang teknis. Hal seperti ini yang menimbulkan kerugian terhadap daerah serta merugikan masyarakat selaku pengguna hasil pekerjaan itu. Kita baru berbicara pondasi, dan kita akan lanjutkan ke mutu beton, ukuran – ukuran, serta lain – lain.” Imbuhnya.

Terpisah, BL yang juga tak ingin namanya di publikasikan mengatakan.“Mengingat jangka waktu kontrak pekerjaan tersebut yang berkemungkinan akan berakhir besok, yang terpenting apakah pekerjaan tersebut selesai. Addendum penambahan waktu akan menjadi pertanyaan kami sebab, pekerjaan tersebut terindikasi molor pada masa start awal, pada saat sedang di kerjakan, yang kami anggap penambahan waktu bukan sebuah solusi bagi rekanan yang menyepelekan pekerjaan tersebut.” Pungkasnya(13/12).

Komentar