Diperkirakan Rp.100 Jutaan APBD Kab. Tanjabbar 2017 Bocor Di Jembatan Parit Cabang

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Pekerjaan pembangunan jembatan parit cabang yang dilaksanakan oleh PT. BCL sesuai kontrak Nomor 630/261/KONT/KONS-PPK-BM/DPUPR/2017 tanggal 2 Agustus 2017 dengan Addendum kontrak Nomor ADD 01 630/612/KONT/KONS-PPK-BM/DPUPR/2017 tanggal 2 Oktober 2017 untuk tambah/kurang item – item pekerjaan tanpa mengubah waktu pelaksanaan pekerjaan serta nilai kontrak pekerjaan berakhir dengan Temuan kelebihan pembayaran oleh BPK Perwakilan Provinsi Jambi.

Temuan pada pekerjaan dengan nilai kontrak sebesar Rp.2.900.600.000,00 yang bersumber dana dari APBD 2017 dengan jangka waktu kontrak selama 135 hari kalender terhitung mulai 2 Agustus 2017 s/d 14 Desember 2017 dinyatakan selesai 100% melalui Berita Acara Serah Terima Pertama Pekerjaan Nomor 50/BAST/DPUPR-TJB/XII/2017 ini mencengangkan.

Baca juga : APBD 2017 Kab. Tanjabbar Bocor Rp.1,4 M Pada 13 Pekerjaan Jembatan, Ini Penyebabnya

Pasalnya, menurut sumber jurnalbidas.com hampir 53% dari kelebihan pembayaran merupakan kesalahan analisa harga satuan. “Berdasarkan pemeriksaan BPK Perwakilan Provinsi Jambi dalam RAB terdapat komponen analisa harga satuan pekerjaannya, atas bahan yang sama, menggunakan harga bahan yang lebih tinggi dari harga satuan bahan dalam Daftar Harga Dasar Satuan Bahan.” Ungkap sumber sembari tak berkenan namanya dipublikasikan.

“dari analisa RAB pekerjaan tersebut terjadi kelebihan pembayaran sebesar Rp.64.830.134,77. Dan Rp.41.479.642,68 merupakan temuan dari pemeriksaan fisik pekerjaan, singkatnya kekurangan volume pekerjaan. Disini peran POKJA ULP dalam mengevaluasi dokumen penawaran dipertanyakan terkait harga satuan dalam penawaran berbanding Harga Dasar Satuan Bahan. Diperkirakan total temuan pada pekerjaan tersebut sebesar Rp. 106.309.777,45.” Tukasnya. (St*2)

Komentar