DUGAAN PERUBAHAN KONTRAK JALAN ARAH RO RO, KANGKANGI PEPRES 54 TAHUN 2010

Kuala Tungkal – Bidas. Pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Simpang IV Sungai Saren – Pelabuhan Ro Ro (Tanah Lokal Ke Perkerasan) dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang pengerjaannya disinyalir dirubah menjadi Rp 21 miliar lebih dengan panjang pekerjaan 8,6 kilometer yang semula Rp 26.966.600.250,00 dengan panjang 13,9 kilometer. Pekerjaan yang menguras dana DAK ini disinyalir kuat telah diuangkan hampir 100% pencairan

Sedang, menurut sumber yang ditemui Bidas mengungkapkan (16/1). “ADDENDUM dan AMANDEMEN kontrak adalah istilah yang sama, hanya Addendum dan Amandemen Kontrak merupakan produk lanjutan dari CCO (Contract Change Order). Jika terjadi CCO berarti akan terjadi Addendum atau Amandemen Kontrak, sedangkan jika terjadi Addendum belum tentu telah terjadi CCO.” Ungkap sumber.

Lanjut Sumber, “Sedangkan kontrak pekerjaan tersebut berkemungkinan besar adalah Kontrak Lump Sum yang nilai kontraknya pasti dan mengikat, jadi tidak dimungkinkan adanya penyesuaian harga, terlebih pengurangan volume dalam kontrak kerja tersebut.” Papar sumber Bidas yang tak ingin namanya dipublikasikan.

“Jadi, dugaan terhadap perubahan kontrak, nilai kontrak, serta volume yang pasti pada pekerjaan tersebut jelas disinyalir kuat disebabkan oleh keinginan (want) bukan karena kebutuhan (need). Dan ini bertentangan dengan Pepres No. 54 Tahun 2010 pasal 51 ayat (1) Huruf f, tentang larangan adanya penambahan/pengurangan pekerjaan.” Tukasnya.

Meski secara gamblang perubahan kontrak, nilai kontrak, serta volume kontrak diberlakukan hingga mencapai keuangan hampir 100% pencairan. Pekerjaan jalan Ro Ro ini terkesan tak tersentuh oleh hukum di Kab. Tanjab Barat. sedang, diketahui keuangan sudah di 60 % pada 30 oktober 2017 saat kontrak tersebut belum berubah. (St*2)

Komentar