Hubungan Arus Pendek (Konsleting) Listrik Kini Menjadi Momok Tersendiri Bagi Masyarakat Kuala Tungkal

Kuala Tungkal – Bidas. Minimnya pertanggungjawaban akibat hubungan arus pendek (Konsleting) Listik yang  selalu mengorbankan aset, harta benda, hunian, bahkan nyawa bila terjadi musibah kebakaran menjadi momok tersendiri di kalangan masyarakat kuala tungkal saat ini.

Akan tetapi kebutuhan terhadap listriklah yang membuat masyarakat tak mampu melawan dan pada akhirnya mengelus dada dan bersabar. Hal ini diungkapkan Amir (50), salah satu masyarakat yang saat ini selalu dihantui kecemasan.

Menurut Amir, galar kayu yang digunakan untuk tiang kabal dari tiang induk kerumahnya tersebut digunakan sejak awal pemasangan meteran, sampai saat ini sudah + 2 (dua) tahun tak pernah di ganti dengan yang layak.

“Silahkan lihat sendiri tiang yang digunakan untuk penyanggah kabel dari tiang induk ke rumah yang berjarak + 300 Meter, dengan keadaan Voltase yang turun naik dan pemadaman tanpa pemberitahuan. Bila terjadi hubungan arus pendek (Konsleting) Listik, bagaimana?” Ungkapnya, (21/6).

“Kita konsumen tapi hak kita tidak pernah diperhatikan. Bila terjadi musibah konsumen yang menerima kosekwensinya. Sementara bila kewajiban terlambat, aliran listrik di putus padahal keterlambatan juga ‘kan dikenakan beban tambahan (denda). Sepertinya kita masyarakat belum merdeka.” Tukasnya.

Ketakutan yang dialami oleh Amir mewakili sebagian masyarakat yang mengalami keadaan serupa, acap kali musibah kebakaran yang terjadi berasal dari hubungan arus pendek (Konsleting) Listik yang bahkan terkadang menelan korban jiwa selalu berakhir dengan kesunyian, tanpa ada objek yang bertanggungjawab. (St*2)

Komentar