Jembatan “IPIN & UPIN” Loncat Kecamatan, APRI DASMAN Bilang TAK PERLU REVISI.

pembangunan jembatan perit pulau pinang dengan nilai pagu Rp.2.390.000.000,00 (dok)

Kuala Tungkal – Bidas. Di tengah semangat perubahan dan pembangunan yang di lakukan oleh Pemkab Tanjab Barat membangun dan meningkatkan infrastruktur ternyata tercederai oleh kesalahan – kesalahan yang di sinyalir berasal dari human eror dalam merealisasikan. Seakan benar dengan tindak dan keputusan serta berdalih dengan mengedepankan program yang menjadi prioritas Pemkab, kekeliruan seakan di benarkan.

Pembangunan salah satu dari jembatan dengan nama yang sama (IPIN & UPIN) yakni pembangunan jembatan perit pulau pinang dengan nilai pagu Rp.2.390.000.000,00  yang di laksanakan oleh CV. HASNA berlokasi di wilayah parit pulau pinang kecamatan kuala betara yang pada DPA – DPUPR  jelas tertera di kecamatan tungkal ilir.

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Apri Dasman, ST saat di temui (30/10) mengatakan. “Untuk jembatan. Paritnya sama, satu parit namanya parit pulau pinang semuanya ini kecamatan kuala betara.”

Kelebihan tiang pembangunan jembatan perit pulau pinang dengan nilai pagu Rp.2.390.000.000,00 (dok)

“Kalau di DPA yang jembatan parit pulau pinang yang nilainya 5,7 itu kecamatan kuala betara, yang kedua Kec. Tungkal Ilir (ruas jalan simpang teluk sialang menuju pelabuhan roro) lokasinya mungkin di Kec. Tungkal  Ilir tapi, ruas jalan ini menuju ke roro.”

Sekarang masalah nama yang mungkin di permasalahkan, satu tungkal ilir dan satu kuala betara. Toh kenyataan mungkin awak anggap itu di kuala betara semua, sementara ruas jalan kami ini dari simpang teluk sialang ke roro. ‘Kan sebagian melewati tungkal ilir.” Ungkap Apri Dasman, ST pada Bidas. (30/10)

Sebelumnya, berdasarkan keterangan Camat Kuala Betara H. Heri Putra Syam, SE (30/10) mengatakan, “Iya benar,  ada pembangunan 2 (dua) jembatan di daerah pulau pinang, yang satu di kuala pulau pinang dan yang satu di tengah parit pulau pinang, saya agak lupa nama kampungnya. Kalau dak salah parit 4 (empat).” Pungkasnya melalui seluler.(sr)

Kembali Apri Dasman, ST. “Kalau di bilang ada salah, iya juga. Toh itu masuk kecamatan kuala betara itu masalah nama yang menyangkut ke DPA. Dan kalau saya bilang itu tidak salah, dan tidak perlu revisi. Karena itu jalannya, jembatan pulau pinang ini masuk diantara 13 jembatan dari sialang ke roro.” Tandasnya. (st)

Komentar