Kabag Humas Setda Tanjabbar : Bidas Memang Ada Dan Bermakna ‘Serangan Balik’ Demi Mengawal Dan Mengawasi Kinerja Pemerintah Agar Tetap ‘On The Track’.

Uncategorized1,220 views

“Opini pembaca untuk 1 tahun usia http://jurnalbidas.com.”

Bidas, yang terbayang lebih dulu di benak kita ketika kata itu di sebut hampir dipastikan lebih cenderung memiliki konotasi yang negatif. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata bi·das, bisa berarti bergerak (terlepas, memantul) dengan cepat karena digerakkan oleh barang yang melenting atau karena dilepaskan tahanannya (seperti anak panah terlepas dari tali busurnya) dan atau bisa juga berarti membalas serangan (kecaman dan sebagainya). Lalu bagaimana ketika kata bidas tersebut di gunakan dan atau bahkan di kenal oleh publik sebagai nama sebuah media informasi digital (online) semisal Jurnal Bidas?. Jawabannya sudah barang tentu (tetap saja) sebagian besar publik akan berasumsi informasi yang bersumber dari media online tersebut bersifat ‘menyerang’. Ya, salah satunya menyerang (kalau tidak dikatakan sebagai pembanding) kinerja pemerintah khususnya ketika bersentuhan dengan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Barangkali itulah salah satu alasan kenapa sang ‘empu’ nya menamai media yang berada di bawah bendera PT. Bidas Prakarsa Media tersebut dengan nama Jurnal Bidas. Dan memang tidak bisa di pungkiri, publik sendiri seperti tersihir oleh permainan kata-kata yang tersusun bak mantra mulai dari judul maupun isi beritanya. Maka jadilah Jurnal Bidas media informasi online yang acapkali mengkiritisi kinerja pemerintah dari berbagai bidang, program dan kegiatannya terutama bila itu bersentuhan langsung dengan ‘kemaslahatan’ khalayak ramai.

Membaca berita yang disajikan oleh jurnal bidas bagi saya (secara pribadi), memerlukan fokus yang lebih terhadap kata per kata yang terangkai di dalamnya. Mulai dari judul berita yang terkadang bisa ‘nakal’ mempertanyakan lalu isi berita yang mengulas cerdas hingga ke hal-hal yang bersifat azas hingga kalimat penutup yang juga tidak kalah ‘gatal’ nya hingga tetap saja berita itu menyisakan tanya yang terus menerus haus akan jawaban.

Namun, sebagaimana layaknya sebuah informasi yang seharusnya tidak cuma bernilai baik tapi juga benar, berita-berita jurnal bidas terutama yang menyoal pemerintahan berkesan sepihak dan kurang berimbang, mengingat narasumber berita seringkali hanya berasal dari pihak pengamat, praktisi dan penggiat sosial maupun pihak-pihak lain di luar pemerintahan. Memang, informasi media online nyaris tidak sama dengan informasi yang di sajikan misalnya oleh media cetak yang ‘wajib’ mampir dulu di meja redaksi sebelum layak tayang meskipun kita juga tahu, komposisi dan struktur organisasi keduanya kurang lebih sama. Namun tidak demikian halnya dengan media online pada umumnya. Di sini kita lebih berbicara tentang kecepatan tayang sebuah informasi yang tidak mesti lengkap dan sempurna oleh data dan fakta yang berimbang dan alhasil, hal tersebut malah menjadi ciri dan karakter tersendiri dari sebuah media online.

Akhirnya, terhitung hari ini selasa (18/9), sampai juga jurnal bidas dengan segala lenting ‘tanya’ nya itu di usia satu tahun. Jurnal bidas mungkin memang ada dan bermakna ‘serangan balik’ demi mengawal dan mengawasi kinerja pemerintah agar tetap ‘on the track’. Bidas juga bisa jadi luapan tanya yang mewakili apa yang di rasakan oleh masyarakat. Tetapi jurnal bidas sejatinya ada untuk menambah warna ‘bijak dan cerdas’ bagi jagat informasi online di dunia, dimanapun berada. Happy 1st Anniversary Jurnal Bidas.

 

Artikel dari Kabag Humas Setda Tanjabbar, M. Firdaus, SE  selaku pembaca setia http://jurnalbidas.com

 

Kirim artikel opini anda untuk Happy 1st Anniversary http://jurnalbidas.com ke email jurnalbidas@gmail.com, Artikel akan ditayangkan spesial di rubik opini redaksi.

Atas kritik dan sarannya akan dijadikan cambuk untuk perjalanan jurnalbidas.com kedepan.

Terima kasih.

Ttd

Redaksi

Komentar