Kejakarta, Bupati Sadat Dan Rombongan Zoom Meeting Dengan Dir. Regional Kementrian PPN/Bappenas RI

Uncategorized1,180 views

Jurnalbidas.com – Diterima oleh Perencana Ahli Madya ( Koordinator Wilayah Sumatra II ), Fidelia Silvana SP, M.Int.Econ.F, Kementrian PPN/Bappenas RI (28/02), Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, M.Ag boyong Kadisparpora, Kadis Perkim, Kadis Tenaga Kerja, Kadis Koperindag, Kadis DLH, Kabag Prokopim, dan Kabid Sosial Pemerintahan dan Sumberdaya Manusia Bappeda untuk melakukan audiensi.

Direktur Regional I Abdul Malik Sadat Idris, ST M.Eng dalam vidconnya menyebutkan bahwa pihaknya perlu mengetahui prioritas pembangunan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat agar dapat membantu mendatangkan investasi dari pusat.

“Kita berjuang bersama-sama mudahan-mudahan kedepan anggaran proyek pusat sampai kedaerah bisa dirumuskan. Jika ada kita usahakan agar diprioritaskan untuk Kabupaten Tanjab Barat.” Pungkas Dir. Regional I ini.

Jawaban yang diterima melalui VIDCON tersebut atas usulan Bupati Anwar Sadat terkait Lokpri DAK tahun 2025 untuk Pengembangan Ekowisata Mangrove Pangkal Babu yang dalam paparannya Bupati Sadat menyampaikan bahwa, Ekowisata Mangrove Pangkal Babu yang cukup strategis dan memiliki fungsi penting sebagai penyerap emisi karbondioksida yang lebih efektif jika dibandingkan hutan hujan atau lahan.

“Pada tahun 2019 Kementerian Pariwisata dan Ekraf RI memberikan bantuan lebih kurang 1,7 Miliyar untuk maksimalisasi potensi mangrove. Namun sejak itu tidak pernah mendapatkan bantuan DAK lagi dari Pemerintah Pusat.” sebut Bupati dalam paparannya.

Terlihat miris, bila ke Jakarta Bupati dan rombongan yang menghabiskan puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk SPPD yang menggunakan APBD Kab. Tanjab Barat hanya sekedar VIDCON, seakan menampilkan keterbelakangan Kab. Tanjabbar dimuka umum terkait kemajuan Internet didaerah yang dipimpinnya.

“Mungkin Tanjab Barat tidak memiliki internet hingga tak dapat melakukan VIDCON di daerah ini, mungkin ya.” cetus salah satu masyarakat Kab. Tanjab Barat, Syahril (29/02). (red).

 

Komentar