Kembali, Pemenang Lelang Telah Bergentayangan Sebelum Lelang Dilaksanakan

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Sejatinya Lelang terbuka yang dilaksanakan melalui portal LPSE Kab. Tanjab Barat adalah bentuk dari ajang persaingan sehat dalam melahirkan pemerintahan yang bersih terstruktur.

Lain halnya bila pemenang lelang telah bergentayangan sebelum lelang dilaksanakan, hingga mencederai persaingan usaha sehat menjadi tidak sehat sehingga bentuk kolusi, korupsi, dan nepotisme kembali mencuat. Seperti lelang Pembangunan Area Mini Road Race Pelabuhan Ro Ro Kuala Tungkal (Lanjutan) dengan nilai Rp.5,4 M yang dipersyaratkan menggunakan klasifikasi kecil atau non kecil,

“Klasifikasi kecil atau non kecil di tetapkan oleh ULP diduga karena sang empunya hanya memiliki perusahaan dengan klasifikasi non kecil, jadi wajar kalau Pembangunan Area Mini Road Race Pelabuhan Ro Ro Kuala Tungkal (Lanjutan) dimenangkan oleh perusahaan yang berklasifikasi nonkecil” ungkap ketua LSM Petisi, Syarifuddin. AR.

Terpisah, menurut informasi yang dihimpun media ini menyebutkan pemenang Pembangunan Area Mini Road Race adalah PT. DASAL JAYA BERSAMA dengan penawaran sebesar Rp 5.271.484.775,68 meski saat ini masih dalam tahapan evaluasi.

“Pemenangnya di yakini adalah PT. DASAL JAYA BERSAMA dengan penawaran sebesar Rp 5.271.484.775,68, yang penawarannya tertinggi tentunya. Tapi bisa saja PT. DASAL JAYA BERSAMA bukan jadi pemenang dengan cara lelang tersebut di batalkan.” Singkat sumber sembari meminta namanya tidak dipublikasikan.

Kembali Syarifuddin. AR mengatakan agar pihak hukum di Kab. Tanjab Barat lebih sensitif terhadap proses tender di Kab. Tanjab Barat hingga persaingan usaha tidak sehat hingga monopoli pekerjaan tidak terjadi di Kab. Tanjab Barat.

“Kita berharap aparatur hukum di Tanjab Barat lebih memperhatikan proses tender yang di duga sarat KKN, persaingan usaha tidak sehat hingga dugaan monopoli yang membutuhkan tangan tangan hukum yang berani.” timpalnya. (St*2)

Komentar