Ketum KONI Bermain Api Di POBSI, POBSI Tanjab Barat Bukan Organisasi Lagi.

Surat rekomendasi hasil MUSCAB POBSI Tanjabbar yang di tandatangani Ketum KONI Tanjabbar 

Kuala Tungkal – Bidas. Polemik dwi kepengurusan POBSI Tanjab Barat kembali memanas. Hal ini di sebabkan surat mandat yang di keluarkan oleh POBSI Provinsi, No. Surat 23/PV.POBSI-Jambi/IX/2017 Perihal Mandat Pembentukan Kepengurusan POBSI Kab. Tanjab Barat yang di tujukan kepada Syufrayogi Syaiful. S.IP tanggal 4 september 2017 dengan tembusan surat kepada Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Ketua Umum KONI Tanjab Barat, dan Arsip.

Menurut Adi Aspandi, yang telah melalang melintang di Organisasi mengatakan (2/12), “Seluruh anggota organisasi harus tunduk pada AD-ART Keorganisasian masing – masing. Surat Mandat yang di keluarkan oleh Pihak POBSI Provinsi harus di fahami dengan teliti. Dalam surat tersebut jelas Si penerima Mandat di tunjuk untuk menjadi koordinator dalam persiapan dan pembentukan kepengurusan POBSI Kab. Tanjab Barat sesuai dengan AD – ART POBSI. Ingat itu, Sesuai dengan AD – ART POBSI.” Ungkapnya.

“Dalam surat tersebut kan juga di katakan, kalau Si penerima mandat di mohon segera berkoordinasi dengan KONI Kab. Tanjabbar dan instansi terkait. Jadi si penerima mandat tidak semerta merta membentuk dan merumuskan kepengurusan POBSI Tanjab Barat semaunya. Ada AD – ART sebagai aturan baku. Nah, disini peran pihak KONI Tanjab Barat untuk tidak ikut merekomendasikan Kepengurusan POBSI Tanjabbar di luar aturan AD – ART.” Imbuhnya.

Susunan Kepengurusan POBSI Tanjabbar Masa Bhakti 2017 – 2021 hasil MUSCAB yang di tanda tangani oleh Ketum KONI Tanjabbar 

“Bila Ketum KONI Tanjab Barat menandatangani rekomendasi kepengurusan POBSI secara sepihak yang dilakukan oleh koordinator, tapi juga menghadiri MUSCAB POBSI dan menandatangani hasil muscab tersebut. Itu namanya Ketum KONI bermain api. Dan POBSI Tanjabbar saat ini bukan sebuah organisasi lagi. Semoga Ketum KONI memahami kekhilafannya.” Tukasnya.

Terpisah, Mukhtar AB Selaku Ketua LSM LPA2DP mengungkapkan (2/12). “Bila tindakan seperti itu yang di ambil oleh ketum KONI Tanjabbar, Artinya Ketum KONI Tanjabbar tak mengerti keorganisasian. Yang tua itu harus bijak mengajarkan dan membimbing yang muda untuk profesional dan mengikuti aturan dengan benar. Bila seperti ini, Pinplan dapat disematkan pada Sikap yang di ambil oleh Ketum KONI Tanjabbar.” Ungkapnya.

“Ajarkanlah Adik – adik kita berorganisasi dengan benar, Perbaiki dan luruskan pemasalahan ini tanpa harus memperlihatkan kebodohan diri sendiri. Seorang pemimpin harus berjiwa besar, siapa yang memulai maka dia yang harus mengakhiri.” Pungkasnya. (sr)

Komentar