Kisruh Air Bersih, “Kecolongan” Menjadi Tolak Ukur Kinerja Legislatif

Kuala Tungkal – Bidas. Pemenggalan mata anggaran air bersih tahun 2018 dari + Rp.85 M dibagi menjadi Peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih + Rp.46,51 M, Peningkatan Kapasitas Ipa Dan Intake Tebing Tinggi + Rp.36,64 M, dan pengawasan sebesar + Rp.1,7 M terus memanas.

Ketua LSM- Petisi28 Mengungkapkan,”DPRD Kab. Tanab Barat jangan saling menyalahkan dengan tujuan ingin mencari pembenaran dimata masyarakat. Proses penganggaran mulai dari RKA ke DPA menjadi tanggung jawab legislatif dan eksekutif kepada masyarakat.” Ungkap Syarifuddin AR, (07/05).

“Tak ada cerita kecolongan, terkecuali para legislatif tidak bekerja dengan benar. Setelah DPA di sahkan lalu kisruh pemecahan mata anggaran dan legislatif merasa kecolongan, makanya jangan cuma tau lagu setuju saja. Keputusan MK terhadap sejumlah pasal UU no 27 tahun 2009 tak ayal menjadi tameng pembenaran eksekutif, Pemecahan mata anggaran bukan bersifat teknis melainkan administratif.” Tambahnya.

“Pekerjaan yang diributkan sudah di tenderkan, Peningkatan Kapasitas Ipa Dan Intake Tebing Tinggi dimenangkan PT. TIRTA SARANA MULIA TECHNOLOGY dengan harga penawaran Rp.36.001.400.000,00 dan Peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih dimenangkan oleh PT. PUTRA KENCANA dengan harga penawaran Rp. 45.815.449.000,00 serta Pengawasan Peningkatan akses jaringan Pipa Air Bersih dimenangkan oleh PT. MITRA KARYA SANJAYA dengan pagu Rp 1.700.000.000,00.” Tambah Syarifudin AR lagi.

“Kisruh terkait air bersih ini menjadi tolak ukur kinerja Legislatif dan eksekutif dimata masyarakat. Masyarakat yang bijak akan menentukan pilihannya kedepan, pantaskah para legislatif saat ini yang katanya Kecolongan dipilih kembali di 2019 ini?” Tukasnya.

Peningkatan Akses Jaringan Pipa Air Bersih, Peningkatan Kapasitas Ipa Dan Intake Tebing Tinggi, diduga merupakan pemenggalan mata anggaran yang sebelumnya adalah Peningkatan akses jaringan Pipa Air Bersih, hal ini terlihat dari nama mata anggaran pada pengawasan, Peningkatan akses jaringan Pipa Air Bersih dengan pagu Rp 1.700.000.000,00.” (St*2)

Komentar