Kong Kalikong Ketum KONI Tanjabbar, Muh. Sjafril Simamora, Terkait Kepengurusan POBSI Tanjabbar.

 

Kuala Tungkal – Bidas. Surat rekomendasi Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tanjung Jabung Barat tentang, susunan kepengurusan POBSI Kab. Tanjab Barat  periode 2017 – 2020 yang dinilai mengangkangi AD-ART POBSI dengan No. Surat 083/KONI-TJB/IX/2017 Tanggal 13 September 2017 menjadi polemik.

Berdasarkan tanggal Surat, berperihal Rekomendasi kepengurusan POBSI Kab. Tanjab Barat  periode 2017 – 2020 yang di tanda tangani oleh Ketum KONI Tanjab Barat, Muh. Sjafril Simamora yang akrab di panggil Ucok Mora ini dikeluarkan satu hari sebelum Muscab POBSI Tanjabbar di gelar pada 14 September 2017, yang dihadirinya sendiri.

Menurut Indra Syahputra Ketua POBSI Terpilih dari hasil Muscab, Mengatakan (30/11). ”Disitulah penampakan Kong Kalikong Ketum KONI, terkait kepengurusan POBSI Tanjab Barat. Seorang Ketua KONI Tanjab Barat segaligus Ketua PAN Tanjab Barat ternyata, memilih cara demikian guna menginterfensi Kepengurusan POBSI. Disitu pula lah pembeda orang yang berfikir dengan otak, dengan orang yang berfikir dengan perut. Bila Selevel POBSI saja sanggup di lakukan hal seperti itu, gimana dengan Selevel Partai Besar Seperti PAN.” Ungkapnya.

“Bila hasil MUSCAB POBSI saja bisa dimanipulasi. Maaf nian, bagaimana seorang Muh. Sjafril Simamora menjalankan roda politik yang bersamboyan Amanah ini. Akankah ada kejujuran dalam kanca perpolitikannya atau hanya memikirkan perut saja, allahu ‘allam bissawaf.” Tukas Indra.

Terpisah, Achsanul Haq, SE menjelaskan (30/11). “Terkait Pembentukan kepengurusan POBSI ini tak sekedar permainan biasa, kami telah memperjuangkan dengan segala upaya dari hasil Muscab Kami. Bukan sambutan dari orang yang berpendidikan yang kami dapat, melainkan dari sikap premanisme yang di tunjukkan oleh Ketua POBSI provinsi Jambi, Hendry Attan, SE dengan bogem mentah yang mendarat di wajah saya.” Ungkapnya.

“Ini lah bentuk dari diskriminasi dan intimidasi premanisme bila memegang kekuasaan, kami hanya inginkan POBSI Kab. Tanjab Barat di kembalikan pada tempatnya. Bersih dari POLITIK, Bersih dari KEPENTINGAN PRIBADI, Dan Bersih dari DISKRIMINASI dan INTIMIDASI. POBSI Adalah wadah para atlet yang bebas dari diskriminasi dan intimidasi. Kembalikan POBSI Kami.” Pungkasnya.

Sayang, Bidas tak dapat menemui Muh. Sjafril Simamora untuk mengklarifikasi hal tersebut, dan Bidas tak memiliki nomor Henphonenya untuk di hubungi. (sr)

Komentar