Lagi, Terkait Peningkatan Struktur Jl. Jend. Sudirman Astaga! Polemik Pavement Slipform Pavers Bermuara Pada Indikasi Pengaturan E-Tendering, Benarkah?

Hukum0 views

Kuala Tungkal – Bidas. Polemik alat berat Pavement Slipform Pavers yang tercantum dalam dokumen lelang pekerjaan Peningkatan Struktur Jalan Jend. Sudirman yang di lelang ULP POKJA 14 DPUPR membuat Pembina Ormas P3S (Pemuda Pemantau Pembangunan Pan Supervisi) angkat bicara “(22/09/2017) Untuk melakukan cco tidak segampang bahasa yang disampaikan PPTK (Pejabat Pelaksana Teknis Kerja).” Tutur Tommy Achmad untuk Bidas.

Dikatakannya “CCO (Contrak Change Order) atau pekerjaan tambah kurang harus mengacu pada aturan kepres dan kriteria analisa teknis dilapangan.”(22/09/2017) Paparnya lebih lanjut untuk Bidas.

“Alat berat Pavement Slipform Pavers sebagai syarat mutlak, alat pendukung pelaksanaan pekerjaan jika benar dicantumkan di dalam dokumen lelang mempunyai standar beda tersendiri untuk dilaksanakan CCO (Contrak Change Order) atau pekerjaan tambah kurang.” (22/09/2017) jelasnya pada Bidas.

Tommy Achmad menjelaskan lebih “karena ketika panita lelang meminta dukungan alat tentu, si penawar menunjukan legalitas kepemilikan atau kerja sama keperusahaan yg memiliki alat tersebut dan dinyatakan si penawar lengkap legalitas nya oleh panitia. Ternyata ketika aplikasi dilapangan alat tersebut tidak ada, ini sama dengan melakukan pemalsuan dokumen yg mencederai fakta integritas.”(22/09/2017) Paparnya lagi untuk Bidas.

Tambah Tommy “Jadi menurut hemat saya ketika alat tersebut dibuktikan secara legalitas akan di ini CCO (Contrak Change Order) atau pekerjaan tambah kurang, kebijakan yang sangat rancu dan terkesan ada permainan untuk meloloskan tender”(22/09/2017) terangnya lanjut pada Bidas.

“PPTK harus objektif memandang keberhasilan kontruksi jalan rigid ketika dilakukan dengan alat Pavement Slipform Pavers akan menghasilkan Quality yang lebih baik. “(22/09/2017) Tutup Tommy Achmad  untuk Bidas. (Sr)

Komentar