Lain Dengan Bupati Romi, Pemkab Tanjabbar Lelangkan 38 M Pekerjaan Infrastruktur Di Tengah Maraknya Wabah Corona

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com.Lain pemimpin lain pula arah kebijakan yang di ambil atas nama masyarakatnya, ” mungkin hal tersebut sepenuhnya benar bila bercermin pada Kabupaten Tanjab Timur dalam menghadapi wabah covid -19.

Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi H. Romi Hariyanto, SE siap mengambil langkah lockdown (karantina penuh). Resiko langkah tersebut yang akan mengharuskan distribusi logistik ke seluruh warga juga siap diambil.

“Jika memang langkah terbaik adalah lockdown, kita siap. Kita sudah hitung, kebutuhan logistik kita mencukupi untuk satu bulan kedepan”. Tegas Bupati Romi (28/3).

Selain itu, Bupati Romi bahkan menyatakan siap membatalkan seluruh proyek infrastruktur tahun ini demi memenuhi kebutuhan dukungan logistik bagi warganya. Namun, soal ini Bupati Romi masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat.

“Kita masih menunggu peraturan pemerintah tentang tata cara karantina untuk daerah yang saat ini kabarnya sedang disiapkan. Jika pemerintah pusat mengizinkan, kita siap melaksanakan. Berarti tahun ini proyek infrastruktur kita tiadakan, kita alihkan untuk dukungan logistik masyarakat. Kita hitung atau estimasikan kebutuhan untuk penanganan sekitar 54 ribu KK, jadi yang dibutuhkan sekitar Rp. 110 miliar perbulannya.”Jelas Bupati Romi.

Lain halnya dengan Pemkab Tanjab Barat dalam menghadapi wabah covid-19 disaat masyarakat di himbau untuk ‘stay at home’, perekonomian melemah, masker menjadi langka, hand sanitizer menjadi barang mewah, bukannya siap membatalkan proyek infrastruktur justru buru – buru melelangkan proyek infrastruktur.

Setidaknya saat ini terdapat 6 paket pekerjaan infrastruktur senilai kurang lebih 38 Miliyar bila diakumulasikan yang sedang dilelangkan disaat masyarakat disibukkan penyebaran covid-19.

“Bisa dilihat di portal LPSE Tanjab Barat, dan silahkan menilai sendiri apakah pekerjaan tersebut tepat sasaran, masuk kah dalam RPJMD, Renstra serta Renja. Dan poin yang lebih penting, adalah latar belakang dari ditenderkannya proyek infrastruktur ditengah goncangan wabah covid-19.” Ungkap pengamat kebijakan publik, Adi Aspandi. (M2)

Komentar