Langkah Pencegahan Covid-19 Pemkab Tanjab Barat Terkesan Cari Sensasi Untuk Mendongkrak Elektabilitas

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Setelah viral dalam minggu ini atas kontroversi keputusannya yang tidak mengidahkan Kepres Nomor 7 Tahun 2020 tentang gugus tugas percepatan penanganan corona virus disease (Covid-19), dilanjutkan dengan SE MENPAN Nomor 19 Tahun 2020 Tentang Penyesuaian sistem kerja ASN dalam upaya pencegahan penyebaran covid-19 dilingkungan instansi pemerintah, serta himbauan Gubernur Jambi Nomor 765.A/SETDA.KESRAMAS-3.2/2020 Tentang peningkatan kewaspadaan terhadap resiko penularan infeksi corona virus disease (covid-19), kini Pemkab Tanjab Barat kembali mengumbar sensasi.

Melalui Surat edaran Dinas Pendidikan nomor 420/245/Dikbud 3.2/2020 perihal mencegah dan menghindari penyebaran virus corona (covid-19) menindak lanjuti rapat koordinasi pencegahan penyebaran corrona virus desease (19/3) meliburkan kegiatan belajar mengajar dari 19 Maret – 4 April 2020.

“Jangan main – main dengan hal ini, covid-19 sudah menjadi bencana dunia. Jangan langkah antisipasi pencegahan terkesan dimanfaatkan untuk mendongkrak elektabilitas. Kurang etis rasanya.” Ujar pemerhati sosil Adi Aspandi.

Menurutnya, dalam mengambil langkah pencegahan sedetikpun kita tidak boleh lalai apa lagi dengan bagaknya menolak putusan skala nasional.

“Coba dari kemarin ketegasan itu dilakukan tentu tidak dinilai mencari sensasi dalam mengambil langkah. Ini masalah nyawa cobalah untuk lebik bijaksana.” Tukasnya. (St*2)

Komentar