Lanjutan Pembangunan Gedung UPTD PPD Tanjabbar Sudahkah Sesuai Aturan?

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Lanjutan pembangunan gedung kantor UPTB PPD Tanjung Jabung Barat milik satuan kerja bidang cipta karya dinas pekerjaan umum dan perumahan rakyat provinsi Jambi yang dilaksanakan oleh CV. LINAS KONTRUKSI dengan nilai kontrak Rp.6.105.000.000,00 ini menuai polemik padahal pekerjaan baru memasuki tahap awal dengan perkiraan persentase sekitar ± 20%.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun media ini, penggunaan gelagar kayu gelam sebanyak 9.450,00 (Sembilan Ribu Empat Ratus Lima Puluh) M¹ untuk pekerjaan halaman dan pelataran kantor/ rigid beton malah dinilai menggunakan kayu yang lebih kecil (tunjang_red) sekalipun tidak dibakukan dalam RAB ukuran dan speaifikasi gelagar.

“Itu tunjang bukan gelagar, kalau untuk ukuran gelagar biasanya berdiameter 8 – 10 M¹.” Ujar Ketua LSM PETISI Tanjab Barat, Syarifuddin.

Selain itu, salah satu peralatan yang menjadi persyaratan dalam lelang pekerjaan tersebut, Concrete Pump Truck dengan kapasitas 48–154 Mᶾ/Jam tidak terlihat berada dilokasi pekerjaan.

“Pompa beton/ concrete pump truck biasanya digunakan untuk mendorong hasil cairan beton yang sudah diolah dari mixer truck. kalau alat/peralatan Concrete Pump Truck masuk dalam persyaratan lelang tentu rancu bila tak menggunakan Mixer Truck.” Tambahnya.

Lanjutnya, pekerjaan lanjutan pembangunan gedung kantor UPTB PPD Tanjung Jabung Barat ini disinyalir telah ada kerancuan saat proses lelang sampai pada penetapan pemenang.

“Gambar rencana kerja semestinya menjadi salah satu dokumen penting dalam pelaksanaan pekerjaan ini.” Tukasnya. (red)

Komentar