LSM-PETISI ; Penangkapan HT dan Radio Itu Terkesan Mengkriminalisasikan

Hukum0 views

Kuala Tungkal – Bidas. Terkait Penangkapan 192 unit Handy Talky (HT) dan Radio SSB yang di amankan di pelabuhan LASDP Kuala Tungkal oleh Satuaan Pol Air dan Anggota Polsek Kawasan Pelabuhan Marina (KPM) Polres Tanjab Barat yang terdiri dari Kasat Pol Air, Danpal Lori Mabes Polri AKP Guntur, Danpal 1003 Dit Polair Polda Jambi BRIGADIR R Hutapea, serta Kapolsek KP3 Marina IPTU Sisca W, pada kamis (05/10/2017)sekitar pukul 17.30 WIB menuai kejanggalan.

Berdasarkan informasi sumber yang tak ingin identitasnya dipublikasikan mengungkapkan, “Saat penangkapan HT dan Radio SSB tempo hari itu sudah sore, aktifitas di pelabuhan sudah sepi dan KM. Yusrifah datang dengan membawa penumpang dan beberapa potong barang yang sebelumnya tidak diketahui isinya bahkan Nakhoda dan ABK juga tidak mengetahui isinya.” Ungkap Sumber (07/03).

“Polisi datang saat penumpang telah naik pelabuhan dan barang tersebut sebagian telah naik ke pelabuhan dan pada saat itu oknum Agen travel yang akan menjemput barang tersebut juga sudah ada didepan untuk memuat barang tersebut yang katanya akan dibawa ke jakarta. Akan tetapi keburu di tahan polisi, tapi polisi tau kok oknum agen travel yang akan menjemput barang tersebut.” Tambah Sumber.

Terpisah, Ketua LSM-PETISI Syarifuddin AR mengungkapkan. “Berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri No. 128/Pid.sus/2017/PN KLT menetapkan Haspizar Als Hasbi dan Muhamad Dong Als Madong dijatuhi hukuman penjara masing – masing 8 (delapan) bulan serta pidana denda sebesar Rp.3.000.000,- dengan ketentuan jika pidana denda tersebut tidak dibayar oleh para terdakwa maka diganti dengan pidana penjara selama 1 (satu) bulan.” Ungkapnya (07/03).

“Sementara barang bukti atas tindakan yang menyebabkan pidana kepada mereka yakni, 192 unit Handy Talky (HT) dan Radio SSB dikembalikan kepada saksi Diyan Afriyanto. Mungkinkah Diyan Afriyanto adalah sang makhluk halus pemilik barang yang menyebabkan mereka (Haspizar Als Hasbi dan Muhamad Dong Als Madong . red) terpidana. Lalu mengapa penyidik tidak menggali masalah ini lebih dalam hingga dapat menjerat pemilik barang.”

“Kami menilai Khasus Penangkapan HT dan Radio Itu Terkesan Mengkriminalisasikan sang nakhoda dan ABK, sebab kini pemilik barang telah mendapatkan barangnya kembali tanpa tersentuh hukum, khususnya hukum di Kab. Tanjab Barat. Bila Hukum memang berjalan demikian maka, selanjutnya akan lahir ribuan penyeludup sejenis yang terkesan terlindungi dan bila harus memakan korban tinggal penjarakan saja Nakhoda dan ABK.” Tukasnya.

Kini, Haspizar Als Hasbi (ABK Speedboad) dan Muhamad Dong Als Madong (Nakhoda Speedboad) sudah menerima dan menjalani putusan yang ditetapkan oleh PN Kuala Tungkal yang dibacakan pada Rabu, (24/01/2018). Sementara berdasarkan Putusan tersebut 120 Unit HT merk Hytera PT580H Tetra Terminal, 72 Unit Radio SSB Merk Hytera MT680 plus F3 Tetra Mobile Terminal (12 Karung) dikembalikan kepada saksi Diyan Afriyanto. (st*2)