Mantap, Dua Bulan Pelabuhan Tanjab Barat Tanpa Pungutan Retribusi

Kuala Tungkal – Bidas. Keterlambatan karcis sebagai alat pungut retribusi di pelabuhan Kab. Tanjab Barat menjadi biang kerok akan ketiadaan pungutan retribusi pelabuhan dibulan januari hingga februari 2018. Retribusi pelabuhan baru mulai dijalankan oleh Dinas Perhubungan melalui UPTD Pelabuhan Kab. Tanjung Jabung Barat pada awal maret 2018 ini.

Hal ini disampaikan kepala UPTD Pelabuhan, N. Manalu (01/03). “Dari awal tahun sampai akhir januari kita tidak melakukan pemungutan retribusi dipelabuhan kerena, kita belum menerima karcis sebagai bentuk bukti tagihan yang dilegalkan oleh Pemkab Tanjab Barat. Karcis baru kita terima kemarin Rabu (28/02) Jadi baru di awal bulan maret ini retribusi kembali kita jalankan.” Ungkapnya.

“Kita tidak berani memungut retribusi bila tidak ada karcis tersebut karena tidak ingin menimpulkan kecurigaan yang nantinya disebut pungli. Kalau ada karcis baru kita jalankan.” Tambah Manalu.

“Kita juga tidak tau mengapa karcis retribusi baru ada di bulan ini, entah karena keterlambatan pencetakan atau masalah yang lain kita juga belum mendapatkan informasinya. Untuk saat ini kita akan berusaha semaksimal mungkin, semoga di 2018 ini pendapatan kita di sektor retribusi pelabuhan dapat meningkat dari tahun – tahun sebelumnya.” Tukasnya.

Terpisah, Amir Selaku pemilik Agen keberangkatan di pelabuhan (01/03) menerangkan.”Memang kita tidak ditarik retribusi dari awal tahun 2018 sampai akhir bulan februari ini, kita sudah koordinasikan ke pihak UPTD Pelabuhan dari awal tahun 2018 tapi, dikarenakan tidak adanya karcis retribusi maka mereka (UPTD Pelabuhan. Red)  tidak berani memungut retribusi.” Ungkapnya.

“Alhamdulillah mulai awal maret 2018 ini pemungutan retribusi sudah dilaksanakan kembali, tapi untuk 2 bulan yang tidak di tarik bukan kesalahan kami. ‘Kan karcisnya yang tidak ada, kalau nanti di pungut bisa dibilang pungli lagi.” Tukasnya.

Keterlambatan penyediaan karcis sebagai alat pungut retribusi di pelabuhan Kab. Tanjab Barat ini, menyebabkan kerugian daerah terkait penarikan retribusi di bulan januari hingga februari 2018. Tapi tidak ditariknya retribusi pelabuhan ini juga bukan merupakan keuntungan bagi para pelaku bisnis di pelabuhan Kab. Tanjab Barat. (st*2)

Komentar