Masyarakat Tagih Janji Safrial Tentang Air Bersih Yang ‘Katanya’ Mengalir Di Akhir 2018

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Sesumbar Bupati Tanjab Barat H. Safrial mengenai Program Air bersih yang menelan dana dengan total hampir mencapai 1/2 Triliun, pada tanggal 27 desember 2017 yang akan mengalirkan air bersih ke kota Kuala Tungkal pada akhir tahun 2018 kini menuai kecaman dari masyarakat Tanjab Barat.

Pasalnya hingga di penghujung februari 2019 ini air bersih yang di janjikan tak kunjung mengalir sedangkan pengerjaan intek tahun 2018 telah berakhir 2 bulan silam dan masyarakat tetap menerima air berwarna coklat, berbau, kelat dan lengket dikulit meski subsidi air bersih terus mengalir di PDAM Tirta Pengabuan miliyaran rupiah tiap tahunnya.

Kabid Cipta Karya Dinas PUPR, Syafrun, ST mengakui bahwa sampai saat ini air bersih belum mengalir dikarenakan adanya kendala teknis yang dihadapi dilapangan. “Kalau mengacu pada kegiatan 2018 pekerjaan sudah selesai, hanya saja disaat ingin di koneksikan denga pipa yang lama ada kebocoran pada pekerjaan pipa yang lama,” Ujar Syafrun.

Kebocoran pipa lama di lokasi menuju boster senyerang kurang lebih 2 KM lagi, itu mengalami kebocoran setelah digali untuk menganti pipa yang bocor tersebut mengalami patah. “Itu pipa lama itu garansi nya 50 tahun, kalau sengaja pakai parang pipa itu tak akan bocor, ini mungkin pakai alat berat mengali tanah sehingga mengalami kebocoran,” Ungkapnya.

Untuk saat ini pengantian pipa menuju boster senyerang sudah diganti dan sudah selesai, namun ada masalah pada pipa lama terjadi kebakaran pipa yang mengarah keteluk nilau. “Itu mesti diganti lagi dan akan memakan waktu lagi, mudah mudahan hanya itu saja lagi, kalau dilihat sudah tidak ada lg, itu tersisa perbaikan 2017 kemarin, tahun 2017 didepan yg terbakar itu pernah kami ganti 3000 Meter,” bebernya.

kata Syafrun untuk saat ini hanya tinggal menyelesaikan perbaikan pipa dan menunggu jaringan listrik dari PLN maka air akan segera mengalir. “Semoga saja semua ini dalam waktu dekat ini sudah selesai dan air bisa mengalir ke kuala tungkal,” tukasnya.

Sementara pemberitaan dan klarifikasi mengenai air bersih tak terpublikasikan oleh Bupati Tanjab Barat yang terkesan menutupi keingintahuan masyarakat terkait perkembangan air bersih saat ini terhitung sejak akhir desember 2017 silam.

“Selaku masyarakat kita ingin mengetahui sejauh mana progres Air Bersih yang menghabiskan hampir 1/2 Triliyun dana APBD Kab. Tanjab Barat. Dimana Bupati yang akhir Desember 2017 silam dengan bangga dan sesumbar menyebutkan air bersih dapat dinikmati masyarakat Kota Kuala Tungkal pada akhir 2018 lalu.” ungkap Ketua LSM Petisi, Syarifuddin. AR.

Syarifuddin mengatakan, Selaku kepala daerah seharusnya Bupati H. Safrial mampu mempertanggungjawabkan apa yang telah ia sampaikan sebab ini menyangkut program dan kinerjanya serta uang rakyat yang dipergunakannya.

“Bila masih ditemukan kendala maka jelaskan secara terbuka jangan terkesan tertutup seakan mengalihkan fokus dan kepentingan masyarakat tentang air bersih yang dijanjikan. Sebab sejatinya manusia itu yang di pegang omongan bukan gelar atau sesumbar.” timpalnya.

Terpisah, Arbaiah (35) warga Kota Kuala Tungkal menyebutkan kalau Bupati Tanjab Barat, H. Safrial hanya Pemberi Harapan Palsu (PHP). “mana realisasi mengalirnya air bersih di akhir tahun 2018? Kita sudah tidak tahan menjadi penikmat teh tawar serta terkadang kopi susu yang dialirkan PDAM Tanjab Barat sementara hampir 1/2 Triliyun APBD telah di habiskan belum termasuk subsidi pada PDAM tiap tahunnya.” keluhnya singkat. (St*2)

Komentar