Memanas, Soal 289 CPNS 2010 Kembali Disuarakan Didepan Gedung Kajati Jambi

Jambi – jurnalbidas.com. Terkait dugaan maladministrasi pada penerimaan CPNS Daerah Kab. Tanjab Barat tahun 2010, Oknum ‘AA’ yang disinyalir melewati batas usia dalam persyaratan penerimaan CPNS kembali disuarakan oleh LSM Jaringan Pemantau Kewenangan (JPK) jambi hari ini di depan Kejaksaan Tinggi (KAJATI) Jambi, kamis (16/5/19).

“Kemudian Dikabupaten Tanjung Jabung Barat pada tahun 2010 kami menemukan adanya temuan BPK RI sebanyak 289 harus mengembalikan uang gaji selama 1 tahun. 289 CPNS semua pengangkatan tidak sah!” pekik orator LSM JPK Jambi melalui pengeras suara di depan Kajati Jambi.

Sementara sebanyak 289 CPNS Daerah Kab. Tanjab Barat tahun 2010 yang kontroversi hingga menjadi temuan BPK RI Perwakilan Jambi pada tahun tersebut dan baru diketahui adanya dugaan Maladministrasi terhadap oknum ‘AA’ yang lulus penerimaan CPNS dengan dugaan lewat usia dari batas usia yang ditentukan dalam persyaratan penerimaan.

“Jika benar hal tersebut terjadi dugaan kami sementara ini merupakan suatu pelanggaran Maladministrasi dalam penerimaan CPNS tersebut” Ungkap sumber KASN saat di hubungi lewat selularnya.

Anehnya, dugaan Maladministrasi atas oknum ‘AA’ tak tersentuh hukum selama hampir 9 tahun sejak tahun 2010 yang mengakibatkan oknum ‘AA’ telah menjalani status PNS bahkan kini telah menduduki jabatan sebagai Kasubag di salah satu Bagian di Setda Tanjab Barat.

“Berdasarkan data yang berhasil kita himpun, Si ‘AA’ ini kelahiran 19 September 1975 dan usianya lewat dari 35 tahun terhitung 1 Januari 2011 sesuai dengan ketentuan persyaratan penerimaan CPNS tahun 2010.” ungkap ketua LSM PETISI, Syarifuddin. AR.

“Kita juga menduga adanya Nepotisme dan Kolusi atas lulusnya oknum ‘AA’ yang disinyalir saat ini menjadi oknum yang dikenal multi talenta, mulai dari Kasubag, ajudan, sekaligus disinyslir otak dari pemindaahan beberapa ASN yang disinyalir tak sefaham dengan sang ‘donjuan’. Maka kami mengharapkan pihak hukum yang saat ini terkesan tumpul terhadap permasalahan di Kab. Tanjab Barat agar melakukan tahapan penyelidikan sampai tahapn penyidikan terhadap oknum ‘AA’ dan yang lainnya.” timpalnya. (St*2)

Komentar