Menjerit, Rekanan Tercekik Satuan Harga

Ekonomi1,486 views

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Ternyata mendapatkan pekerjaan/proyek yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah bersumber dana APBD 2018 Kab. Tanjab Barat melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tak lagi merupakan berkah oleh sebagian Rekanan/Kontraktor Kab. Tanjab Barat yang memiliki perusahaan kasifikasi kecil (K1).

Hal ini di terangkan oleh salah satu Kontraktor lokal yang tak ingin namanya dipublikasikan.”Harga satuan tak lagi relevan dengan di lapangan, mobilisasi terlalu tinggi hingga saya juga mengalami kerugian dalam menyelesaikan pekerjaan.” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Ketua GAPENSI Tanjab Barat, Abdurrahman Jamalia yang akrab disapa atenk menerangkan untuk upah langsir material saja kawan – kawan sudah mengalami kerugian. ” per 5 M3 biaya pengarungan dan angkut sampai lokasi sudah mencapai 850 ribu – 1 juta untuk pasir dan batu saja.” ungkapnya.

Dia menyebutkan akan kembali menyurati OPD terkait harga satuan untuk kembali mempertimbangkan, sesuai hasil Hearing antara pihak rekanan, DPRD, dan OPD terkait. “Kita akan kembali melayangkan surat kepada pemkab terkait hal ini. Kita berharap kedepan dapat di pertimbangkan sesuai dengan hasil hearing dibulan februari lalu.” timpalnya. (St*2)

Komentar