Mukhtar, “Sering Kali Makan Janji Makanya Masyarakat Minta Kepastian.”

Kuala Tungkal – jurnalbidas.com. Kontrak politik hadir ditengah – tengah pemilih merupakan wujut dari jenuhnya dengan janji – janji yang dilontarkan para peserta pemilu dalam menggaet dukungan untuk memenangkan sebuah kontestasi politik yang acap kali berakhir dengan dusta.

Hal ini mendapat tanggapan serius dari mantan panwalu pilgub dan pilbup 2005, Mukhtar.AB mengatakan kontrak politik merupakan pegangan pemilih sebagai kosekuensi atas pilihannya nanti karena seringkali makan janji makanya masyarakat minta kepastian dan itu juga akan menjadi kerangka kerja yang terpilih nantinya.

Menurutnya, selama ini kan masyarakat selalu dijanjikan dan setelah terpilih apa yang dijanjikan tak kunjung terealisasi hingga menimbulkan kejenuhan di kalangan masyarakat terlebih beberapa janji – janji yang diluar kemampuan daerah itu sendiri.

“Kalau kontrak politiknya adalah membangun infrastruktur itu memang kewajiban pemerintah. lebih gentelman bila ada kandidat yang berani membuat kontrak politik, ketimbang datang di beberapa pengajian membagi-bagikan selendang, pengeras suara, bantuan pembinaan, memberi beras, dan lebih naif bila menggunakan fasilitas daerah.” Tukasnya. (red)

Komentar