Mungkinkah Berawal Dari Penggunaan Air Sungai Kerusakan Jembatan SUNGAI LIMAU Terjadi?

Kuala Tungkal – Bidas. Pembangunan Jembatan Parit sungai limau  yang bersumber dana dari APBD-P TA. 2017 sebesar Rp 3.272.300.000,00 (Tiga Miliyar Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) yang berlokasi di RT. 01 Desa Teluk Sialang Kec. Tungkal Ilir. Disinyalir telah terjadi penyimpangan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pekerjaan semula.

Dugaan penggunaan air sungai dalam pengerjaan pengecoran menyebabkan mutu beton jauh dari yang ditentukan. Terlihat, pekerjaan dengan no kontrak 630/523/KONT/KONS-PPK-BM/DPUPR/2017 Tanggal 18 Oktober 2017, yang di laksanakan oleh PT. WICAK UTAMI mengalami retak pada turap oprit.

Menurut salah satu masyarakat (AP) sekitar jebatan sungai limau itu mengatakan, “Retak itu bukan karena ada unsur kesengajaan dirusak. Tapi, retak sendiri. Bayangkan kalau jembatan tersebut digunakan nanti.” Ungkap sumber yang tak mau namanya dipublikasikan (31/01).

Diketahui, Menurut ros masyarakat Sei. Limau  yang di temui Bidas Dilapangan (23/12) mengatakan, “Benar saat ngecor jembatan itu menggunakan air yang ada di parit dekat jembatan tersebut. Diambil menggunakan mesin penyedot air, disalurkan dan di tampung menggunakan drum plastik.” Ungkapnya.

Kerusakan pada oprit jembatan parit sungai limau yang belum digunakan ini melahirkan seribu pertanyaan. “Dimana pengawasan dari konsultan selaku tenaga teknis, PPTK, saat penggunaan air sungai dalam pengerjaan pengecoran. Lihat hasil dari pekerjaan yang menggunakan dana milyaran rupiah ini.” Tukas AP. (st*2)

Komentar