PANITIA LELANG WAJIB BELAJAR DARI “SLIP FORM PAVER”

Hukum0 views

Gambar Ilustrasi (dok)

Kuala Tungkal – Bidas, “Lelang pekerjaan yang sedang berlangsung pada portal ULP kab. Tanjab barat sejatinya adalah realisasi dari pemkab tanjab barat untuk membangun sarana dan prasarana di kabupaten ini yang menggunakan dana daerah. Jadi harus transparan dan di awasi oleh berbagai elemen agar tak mencederai tujuan utama dari Bupati DR.Ir.H.Safrial MS.” Ungkap Amin Rizlan pada Bidas.

Lanjut Amin, “Panitia Lelang pekerjaan ULP-Pokja wajib belajar dari (Slip Form Paver) yang menjadi kisruh di tanjab barat karena adanya alat tersebut di dokumen lelang yang menjadi persyaratan dalam lelang sekaligus menjadi salah satu penentuan pemenang lelang, yang realisasinya tak pernah terlihat di lapangan. Untuk itu Panitia harus benar – benar menekankan pada pihak rekanan yang mengikuti lelang agar persyaratan tersebut tidak hanya sebatas kelengkapan administrasi, bila perlu panitia harus memeriksa langsung kebenaran terkait alat/ peralatan serta SKT/SKA yang menjadi syarat lelang yang sedang berlangsung ini.” Papar Amin pada Bidas.

Masih Amin, “Jangan sampai Persyaratan alat/ peralatan, SKT/SKA diminta sebagai penentu pemenang tapi tak kunjung hadir dilapangan. Saya berharap institusi hukum di tanjab barat agar kiranya sudi menelaah dan memetik hikmah dari kejadian (Slip Form Paver) hingga menimbulkan efek jera terhadap indikasi permainan dalam lelang pekerjaan di Kab. Tanjab Barat ini demi terciptanya keadilan dan persaingan yang sehat antara rekanan.” Ungkapnya pada Bidas.

Gambar Ilustrasi Lelang (dok)

Di lain tempat KMS Azhari mengatakan, “Persyaratan yang menjadi penentu dalam seleksi pemenang lelang harus benar – benar dapat di pertanggung jawabkan oleh pihak rekanan peserta lelang dan panitia lelang harus juga dapat mengevaluasi serta membuktikan dokumen evaluasi kualifikasi secara benar, jangan sampai kami selaku pengamat dan penggiat menemukan kembali indikasi kecurangan lelang yang berbuntut pada realisasi perkerjaan di lapangan. Kita tetap akan pantau sampai dimana pihak panitia lelang dalam menyeleksi persyaratan lelang hingga benar- benar ada di lapangan.” Papar pria paruh baya ini pada Bidas.

Lanjut Azhari, “Kami menduga adanya permainan dalam lelang yang di laksanakan oleh pihak ULP Kab. Tanjab Barat, sebab kemungkinan pemenang beberapa pekerjaan lelang yang sedang berlangsung saat ini akan di menangkan oleh penawar yang harga penawarannya bukan yang terendah. Serta kami mensinyalir Syarat lelang baik alat/peralatan serta SKT/SKA hanya formalitas kelengkapan administrasi lelang yang mungkin tidak pernah hadir di lapangan. Insya allah kita akan kroscek di lapangan.” Terang KMS Azhari pada Bidas.

Tambah Azhari, “ Kami juga menduga persyaratan yang di lengkapi pihak rekanan dalam lelang berkemungkinan ada yang sama antara paket satu dengan yang lain bukan berarti semua, ya. Tapi untuk membuktikan dugaan kami adalah wewenang institusi hukum dan instansi yang terkait.” Ungkap Azhari pada Bidas.

Masih Azhari, “ Slip Form Paver adalah salah satu bukti dugaan kecurangan dalam proses lelang hingga berdampak pada pekerjaan yang di laksanakan, terkait SKT/SKA kami mensinyalir hanya lembaran – lembaran kertas pelengkap administrasi, bukan ke harusan untuk di lapangan. Meski sampai saat ini pekerjaan terus di laksanakan tanpa bergeming sedikitpun di pihak hukum, kami selaku pengamat dan penggiat dari masyarakat akan terus memantau hal ini. Karena Tugas Institusi Hukumlah yang berhak memeriksa dan membuktikan benar atau tidaknya dugaan kami, Semoga responsif terhadap dugaan kami dapat di tanggapi oleh mereka (Pihak hukum) agar kepercayaan masyarakat terhadap hukum di tanjab barat ini tidak bias.” Ungkap Azhari pada Bidas dengan penuh harap. (sr)

Komentar