PEMBANGUNAN JEMBATAN PARIT SUNGAI LIMAU MENGGUNAKAN AIR SUNGAI SAAT MENGECOR

Kuala Tungkal – Bidas. Pembangunan Jembatan Parit sungai limau  yang bersumber dana dari APBD-P TA. 2017 sebesar Rp 3.272.300.000,00 (Tiga Miliyar Dua Ratus Tujuh Puluh Dua Juta Tiga Ratus Ribu Rupiah) yang berlokasi di RT. 01 Desa Teluk Sialang Kec. Tungkal Ilir. Disinyalir telah terjadi penyimpangan dari Rencana Anggaran Biaya (RAB) Pekerjaan semula.

Menurut ros masyarakat Sei. Limau  yang di temui Bidas Dilapangan (23/12) mengatakan, “Benar saat ngecor jembatan itu menggunakan air yang ada di parit dekat jembatan tersebut. Diambil menggunakan mesin penyedot air, disalurkan dan di tampung menggunakan drum plastik.” Ungkapnya.

“Pengecoran tersebut menggunakan air tersebut hingga selesai. Air disini kan payau bang, jadi itu yang mungkin menjadi alasan mereka menggunakan air tersebut. Disamping praktis digunakan juga tidak perlu membayar untuk air tersebut. Kan air sungai.” Pungkasnya.

Terpisah, Menurut AG (40) yang tak ingin namanya di sebutkan menjelaskan. “Dalam pembuatan beton perlu di perhatikan kualitas air yang akan kita gunakan karena, kualitas air dapat mempengaruhi kekuatan beton. Karena air yang tidak berkualitas baik dapat membuat beton berongga, retak, dan mengakibatkan korosi pada tulangan sehingga beton menjadi rapuh.” Ungkapnya (23/12).

“Maka dari itu kita perlu mengukur pH air untuk mencampur beton agar kualitas beton baik dan dapat bertahan lama. Sehingga kita perlu mengukurnya menggunakan Alat Tester pH. Penggunaan air parit sungai limau jelas bukan suatu tindakan yang profesional bagi rekanan pelaksana. Disini pihak konsultan pengawas pekerjaan tersebut dapat dikatakan melakukan pembiaran hingga nantinya akan berdampak pada mutu beton jembatan tersebut.” Paparnya.

“Konsultan pengawas yang telah menandatangani kontrak pengawasan terhadap pekerjaan itu bertanggung jawab akan terjadinya pembiaran terhadap penggunaan air dalam proses pembuatan beton jembatan oleh pihak rekanan.” Pungkasnya.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun Bidas, Pekerjaan dengan nomor kontrak 630/523/KONT/KONS-PPK-BM/DPUPR/2017 Tanggal 18 Oktober 2017, yang di laksanakan oleh PT. WICAK UTAMI dengan waktu pelaksanaan selama 70 hari kalender yang berakhir pada tanggal 27 Desember 2017. (st)

Komentar