Pembangunan Rumah Kopel, Apa Alasan Untuk Merealisasikan Pekerjaan Tersebut?

Gambar Ilustrasi Rumah Kopel. red

Kuala Tungkal – Bidas. Pembangunan rumah kopel yang menggunakan dana APBD-P TA. 2017 sebesar Rp.8.267.091.000,00 dibagi menjadi 2 (dua) Kontrak pekerjaan yakni, Pengerjaan Pembangunan Rumah Jabatan SKPD, dilaksanakan oleh PT. RIZKI JAYA KONSTRUKSI dengan nilai kontrak Rp.4.131.351.000,00 Dan Pembangunan Rumah Jabatan Asisten dan Staf Ahli Dikerjakan oleh PT.ARDI PUTRA SANGKAN dengan nilai kontrak  Rp.4.135.740.000,00.

Jangka waktu penyelesaian 2 (dua) pekerjaan tersebut selama 75 (Tujuh Puluh Lima) hari kalender menjadi pertanyaan dikalangan pengamat pembangunan Tanjab Barat. Hal ini disampaikan oleh Amin Rizlan selaku ketua Asosiasi Aspekindo Tanjab Barat, menurutnya. “Bupati Tanjab Barat telah mengeluarkan surat edaran No. 950/2633/BPKAD/2017 terkait Batas waktu pencairan untuk SMP-LS adalah tanggal 22 Desember, sementara bila jangka waktu penyelesaian rumah kopel itu 75 Hari kalender maka, masa akhir kontraknya + 24 Desember ini. Disitu rancunya.” Ungkapnya (16/12).

Gambar Ilustrasi Rumah Kopel. red

Bila dilihat pekerjaan proyek tersebut dilapangan, maka pekerjaan tersebut sulit untuk selesai tepat waktu. Ini tanggal 16 Desember. Bila menurut kontrak sisa waktu + seminggu dan bila menurut surat edaran Bupati, sisa waktu + 4 (empat) Hari. Yang dikhawatirkan adalah administrasi pencairan dilaksanakan saat proses pekerjaan masih sedang berlangsung, lalu seperti apa penghitungan pencairan bila pekerjaan belum kelar? Jangan berspekulasi.” Tukasnya.

Terpisah, AG yang tak ingin namanya dipublikasikan mengungkapkan. “Pekerjaan rumah kopel tersebut dari awal terkesan dipaksakan dan diduga sarat akan kepentingan individu. Sebab, secara teknis pekerjaan tersebut terlalu mentah untuk direalisasikan. Mengingat waktu pelaksanaan diakhir simester anggaran, yang ditakuti adalah dampak pada Kwalitas dan Kwantitas dari hasil pekerjaan tersebut.” Paparnya (16/12).

Gambar Ilustrasi Rumah Kopel. red

Dinas terkait merupakan kumpulan orang – orang teknis yang faham dan sangat mengerti teknis. Lalu bila secara teknis terlalu mentah untuk direalisasikan, secara logika. Apa alasan untuk merealisasikan pekerjaan tersebut?.” Pungkasnya.

Berdasarkan pantauan Bidas dilapangan, pengerjaan rumah kopel yang berlokasi di jalan Gatot Subroto Manunggal 1 Kuala Tungkal tersebut masih berlangsung. Terlihat pemandangan akhir tahun 2017 ini teramat mengesankan untuk sejumlah pekerjaan di Kab. Tanjab Barat. Kosekwensi dari realisasi sebelum APBD-P disahkan. (st)

Komentar